Promosi Wisata Cianjur Andalkan Media Sosial dan Event

Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar.(Foto : Cianjur Ekspres/Mochammad Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cianjur terus mendorong peningkatan kunjungan wisatawan melalui promosi digital, dan penyelenggaraan berbagai event sepanjang 2026.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cianjur, Yudha Azwar, mengatakan, anggaran khusus untuk promosi pariwisata tahun ini masih relatif terbatas. Nilainya bahkan disebut masih di bawah Rp50 juta.

“Anggaran promosi pariwisata kita memang tahun ini tidak terlalu besar, masih di bawah Rp50 jutaan untuk promosinya,” kata Yudha kepada Cianjur Ekspres, Rabu 7 Oktober 2026.

Meski demikian, Disbudpar tetap menjalankan sejumlah strategi promosi, mulai dari bekerja sama dengan influencer, mengoptimalkan media sosial, hingga berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengenalkan berbagai kegiatan pariwisata di Cianjur.

Menurut Yudha, salah satu indikator keberhasilan promosi pariwisata dapat dilihat dari peningkatan jumlah kunjungan wisatawan. Pada 2026, pihaknya menargetkan kunjungan mencapai sekitar 3,05 juta wisatawan dan berharap realisasinya dapat melampaui target tersebut.

Yudha menyebut penyelenggaraan event menjadi salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap peningkatan kunjungan. Sejumlah kegiatan seperti Karnaval Budaya Cianjur Fest, Edelweiss Run, hingga rencana kegiatan Cianjur Berlari dinilai mampu mendatangkan wisatawan sekaligus memperkenalkan potensi daerah.

“Event jelas meningkatkan kunjungan wisatawan. Seperti Cianjur Fest kemarin, kemudian Edelweiss Run, nanti juga ada Cianjur Berlari. Ada juga permintaan kegiatan di Gunung Gede. Itu tentunya akan berdampak cukup signifikan terhadap kunjungan wisata,” ujarnya.

Selain promosi melalui event, Disbudpar juga mengembangkan strategi digital marketing melalui media sosial. Pengelolaan promosi digital tersebut bahkan menjadi bagian dari evaluasi rutin yang dilakukan bersama Disbudpar Provinsi Jawa Barat.

“Setiap bulannya kita juga dinilai oleh Disbudpar Provinsi, dilombakan dengan beberapa kabupaten kota lain kaitan dengan pengelolaan promosi di media sosial,” jelasnya.

Sepanjang 2026, kata Yudha, terdapat puluhan event yang telah berlangsung sejak awal tahun. Disbudpar berupaya memberikan dukungan terhadap kegiatan yang dinilai dapat ikut menggerakkan sektor pariwisata, baik dalam bentuk dukungan moril maupun finansial sesuai kemampuan anggaran.

“Kami berharap setiap event organizer yang melaksanakan kegiatan berkoordinasi dengan kami. Kami mencoba memberikan dukungan, baik secara moril atau finansial kalau kami bisa,” katanya.

Disbudpar juga melakukan evaluasi terhadap event yang mereka selenggarakan secara langsung. Evaluasi dilakukan dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan dan harapan sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan kegiatan berikutnya.

“Kami selalu melaksanakan evaluasi. Intinya kami meminta masukan dari masyarakat dan harapan dari masyarakat seperti apa. Itu khusus untuk event yang kami laksanakan secara langsung, seperti Cianjur Fest kemarin. Apakah ada masukan lain, kami buka,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *