Komentar Menohok Arya Wedakarna Soal Artis di Bali, Diduga Sindir Billy Syahputra

Komentar Menohok Arya Wedakarna Soal Artis di Bali, Diduga Sindir Billy Syahputra
Komentar Menohok Arya Wedakarna Soal Artis di Bali, Diduga Sindir Billy Syahputra

CIANJUREKSPRES.ID- Kasus Billy Syahputra yang sebelumnya mengeluhkan pelayanan di kawasan Pantai Dreamland, Bali, masih menjadi sorotan. Polemik tersebut kembali berkembang setelah anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna, memberikan tanggapan melalui media sosial.

Dalam video yang diunggah pada Sabtu (3/10/2026), Arya Wedakarna tidak menyebut nama Billy Syahputra secara langsung. Namun, pernyataannya membahas persoalan yang tengah ramai diperbincangkan terkait seorang artis yang mengeluhkan pelayanan selama berada di Bali.

Arya menyebut masyarakat Bali sudah terbiasa melihat para artis, termasuk selebritas dari luar negeri. Karena itu, menurut dia, kehadiran seorang artis tidak lantas membuat masyarakat Bali bersikap berlebihan.

Ia mengatakan salah satu kelebihan Bali adalah masyarakatnya yang menghormati privasi para wisatawan. Menurut Arya, masyarakat Bali tidak memiliki kebiasaan mengganggu tamu ataupun mencari perhatian dari para selebritas.

“Di Bali itu privacy nomor satu. Kita tidak pernah mengganggu, tidak haus validasi,” ujar Arya.

Arya juga menegaskan bahwa status sebagai artis tidak seharusnya membuat seseorang mendapatkan perlakuan khusus. Menurutnya, seluruh wisatawan harus mendapatkan pelayanan dengan standar yang sama tanpa adanya perlakuan istimewa.

Selain itu, Arya turut menyinggung sejumlah artis atau influencer yang sebelumnya pernah membuat konten bernada negatif mengenai Bali. Menanggapi hal tersebut, ia berpesan kepada generasi muda Bali agar tidak perlu memberikan perhatian khusus, seperti meminta foto atau bersalaman.

Di sisi lain, Arya mengingatkan pelaku usaha pariwisata agar tetap memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh wisatawan tanpa membeda-bedakan.

Ia juga meminta para wisatawan untuk menghormati adat, budaya, serta masyarakat Bali. Menurutnya, status sebagai konsumen bukan alasan bagi wisatawan untuk merasa dapat bertindak sesuka hati selama berada di Bali.

Dengan demikian, Arya menekankan dua hal dalam menyikapi polemik tersebut. Pelaku wisata harus memberikan pelayanan secara adil kepada seluruh wisatawan, sementara wisatawan juga perlu menghargai Bali dan aturan serta budaya yang berlaku di daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *