Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG

Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG
Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG

CIANJUREKSPRES.ID- Polri terus memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperkuat ekosistem rantai pasok pangan, mulai dari produksi masyarakat di daerah hingga distribusi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kapolri mendorong seluruh jajaran untuk mengambil peran sesuai dengan potensi dan kondisi wilayah masing-masing. Dukungan tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan serta operasionalisasi SPPG, tetapi juga mencakup penguatan produksi pangan lokal, distribusi, pemeliharaan kualitas bahan pangan, hingga peningkatan keterlibatan masyarakat.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, langkah Polda Metro Jaya dalam mengembangkan kawasan pangan di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, menjadi salah satu bentuk pelaksanaan arahan tersebut.

Menurut Trunoyudo, pelaksanaan MBG membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, jajaran Polri diarahkan untuk menyesuaikan bentuk dukungannya dengan tugas dan potensi yang tersedia di setiap wilayah, termasuk dengan membangun keterhubungan antara produksi pangan masyarakat dan kebutuhan SPPG.

Berdasarkan data Satgas MBG Polri per 28 September 2026, sebanyak 1.502 SPPG Polri berada dalam berbagai tahap pengembangan. Rinciannya, 841 SPPG telah beroperasi, 390 SPPG dalam tahap persiapan operasional, sementara 271 lainnya masih dalam proses pembangunan.

Secara keseluruhan, jaringan SPPG tersebut diproyeksikan dapat melayani sekitar 2.102.500 penerima manfaat sekaligus menyerap sekitar 42.050 tenaga kerja.

Trunoyudo menjelaskan, jumlah SPPG yang terus berkembang perlu diimbangi dengan sistem rantai pasok yang kuat. Ketersediaan bahan pangan harus dijaga agar kebutuhan SPPG dapat dipenuhi secara konsisten dan berkelanjutan.

Salah satu contoh penerapannya dilakukan Polda Metro Jaya melalui pengembangan kawasan pangan di Muara Gembong. Kawasan tersebut sebelumnya memiliki sekitar 60 kolam, kemudian berkembang menjadi 128 kolam.

Dalam panen raya yang berlangsung pada Senin (28/9/2026), kawasan tersebut menghasilkan sekitar 10 ton ikan dan udang serta 4.000 butir telur ayam. Hasil perikanan tersebut meliputi 5.000 kilogram ikan nila dan mujair, 3.000 kilogram lele, 1.000 kilogram udang vana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *