CIANJUREKSPRES.ID- BMKG Bandung mengeluarkan analisis dinamika cuaca dan iklim untuk wilayah Bandung Raya yang berlaku pada periode 22 hingga 28 Desember 2025. Berdasarkan hasil pemantauan atmosfer terkini, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi dan dapat disertai petir serta angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Secara global, kondisi atmosfer menunjukkan pengaruh peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia. Nilai Southern Oscillation Index (SOI) tercatat sebesar 7,2, sementara indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 berada pada -0,96. Selain itu, nilai Indian Ocean Dipole (IOD) sebesar -0,46 dan anomali suhu permukaan laut yang relatif hangat turut mendukung pertumbuhan awan hujan. Gelombang Rossby ekuatorial juga terpantau aktif di wilayah Jawa Barat, sehingga meningkatkan potensi pembentukan awan konvektif.
BMKG turut memantau keberadaan Bibit Siklon Tropis 93S di Samudra Hindia selatan Jawa yang bergerak menjauhi perairan Indonesia. Meski tidak berdampak langsung, sistem ini bersama sirkulasi siklonik di Kalimantan bagian barat berpengaruh terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Selain itu, terpantau adanya belokan angin dan konvergensi yang semakin mendukung pembentukan awan hujan.
Pada skala regional dan lokal, kelembapan udara di lapisan 850 hingga 700 mb di wilayah Jawa Barat dan Bandung Raya tergolong lembap, dengan kisaran 50 hingga 95 persen. Pola angin yang bertiup variabel menandakan melemahnya dominasi Monsun Australia dan mulai masuknya Monsun Asia. Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang memicu cuaca tidak stabil di wilayah Bandung Raya selama sepekan ke depan.
Suhu udara di Bandung Raya diprakirakan berkisar antara 19 hingga 32 derajat Celsius. Wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, saat ini telah memasuki musim hujan dengan puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026. Dalam sepekan ke depan, cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan pada pagi hari, dengan potensi hujan ringan hingga lebat pada siang, sore, dan malam hari.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti genangan, banjir, longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat di wilayah rawan longsor dan daerah aliran sungai diminta lebih waspada, terutama saat hujan terjadi secara terus-menerus. Untuk memperoleh informasi yang akurat, masyarakat diimbau memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG.












