Bisnis  

Rumah Sakit Edelweiss Relaunching Yoga Class dan Hypnobirthing untuk Ibu Hamil

Rumah Sakit Edelweiss Relaunching Yoga Class dan Hypnobirthing untuk Ibu Hamil
Puluhan ibu hamil mengikuti sesi pemberian materi oleh dokter dalam kegiatan Relaunching Yoga Class dan Hypnobirthing yang digelar Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan di Magnolia Coffee Cianjur, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut memberikan edukasi mengenai persiapan kehamilan, relaksasi, serta kesiapan menghadapi proses persalinan.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan Cianjur menggelar relaunching Yoga Class dan Hypnobirthing bagi ibu hamil di Magnolia Coffee Cianjur, Jumat 18 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 30 peserta ibu hamil.

Kegiatan menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (Sp.OG) dr. Fityah Ufi Atiyah, MARS., Sp.OG, serta dokter umum ahli hipnoterapi dr. Sanny S, MH.Kes., C.Med., CH., CHt., CI., EHGTHt., CNLP., CCHP.

Dokter Rumah Sakit Edelweiss Bentang Salapan, dr. Sanny S, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya rumah sakit memberikan layanan pendampingan kepada ibu hamil agar dapat menjalani kehamilan dengan baik, sekaligus mempersiapkan proses persalinan yang lebih nyaman.

“Ini dalam rangka relaunching Yoga Class dan Hypnobirthing. Semuanya untuk memberikan layanan kepada ibu-ibu hamil agar mereka bisa mengelola kehamilannya dengan baik, melakukan aktivitas dengan baik, dan melahirkan dengan lancar, mudah, serta membahagiakan,” katanya kepada Cianjur Ekspres.

Menurutnya, persiapan kehamilan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik dan asupan makanan, tetapi juga perlu memperhatikan pikiran, perasaan, serta kondisi emosional ibu hamil.

“Bagaimana mengelola tubuh, pikiran dan perasaannya menjadi selaras, yang pada akhirnya memberikan nilai terbaik ketika dia melahirkan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, hipnoterapi dapat membantu ibu hamil menghadapi kecemasan maupun berbagai kekhawatiran yang kerap muncul menjelang persalinan. Di antaranya rasa takut terhadap rasa sakit, nyeri, maupun kekhawatiran proses pembukaan yang sulit.

“Kadang ibu-ibu hamil suka ada pikiran cemas atau overthinking dengan kehamilannya, takut melahirkan sakit, takut ada pembukaan yang susah. Di situ kita berperan dalam koridor mensejahterakan pikirannya,” jelasnya.

Dalam praktiknya, ibu hamil dilatih untuk mencapai kondisi rileks melalui sejumlah tahapan. Salah satunya dengan latihan pernapasan, seperti menarik napas selama empat detik dan mengeluarkannya secara perlahan, disertai sugesti positif mengenai kondisi tubuh dan kesiapan menghadapi persalinan.

Selain itu, ibu hamil juga diarahkan untuk membangun gambaran positif melalui relaksasi dan visualisasi. Latihan tersebut diharapkan membantu menjaga kestabilan pikiran, emosi, perasaan, serta kondisi tubuh.

“Jadi ada kestabilan emosi, kestabilan pikiran, kestabilan rasa. Sehingga tubuh pun pada akhirnya berfungsi menjadi sebuah kestabilan yang sama,” tuturnya.

Sanny juga menekankan pentingnya keterlibatan suami dalam proses tersebut. Sentuhan sederhana seperti elusan dari suami dapat dilatih sebagai salah satu bentuk dukungan dan stimulus relaksasi bagi ibu hamil.

Selain itu, peserta juga diajarkan cara menyalurkan kecemasan dengan menuliskan berbagai pikiran atau keluhan pada kertas. Menurutnya, cara tersebut dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi sehingga ibu hamil lebih tenang.

Dia menyebutkan, latihan relaksasi juga dapat dilakukan secara sederhana selama sekitar 15 menit tanpa telepon seluler maupun gangguan lainnya. Jika dilakukan secara rutin, kondisi rileks tersebut diharapkan dapat menjadi respons yang lebih otomatis ketika ibu menghadapi proses persalinan.

“Ketika dia memulai proses kelahiran dengan napas, seolah-olah sudah masuk ke kanal rileks. Pertama kali tarikan napas saja sudah masuk ke koridor kenyamanan batin, sehingga relaksasi terjadi,” katanya.

Terkait waktu pelaksanaan hipnoterapi, Sanny menyebut usia kehamilan sekitar 25 hingga 32 minggu dapat menjadi waktu yang efektif untuk latihan. Namun, pengenalan teknik relaksasi juga dapat dilakukan sejak trimester pertama hingga menjelang persalinan.

“Kalau dari awal mau untuk perkenalan di trimester pertama bisa, cuma terkadang fokus agak susah karena suka ada mual dan muntah. Tapi bisa dilatih dari pertama, pertengahan, maupun akhir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *