Realisasi Retribusi Cianjur Baru 49,91 Persen, Komisi II DPRD Beri Sorotan Tajam

Realisasi Retribusi Cianjur Baru 49,91 Persen, Komisi II DPRD Beri Sorotan Tajam
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Asep Guntara.(Cianjur Ekspres/Herry Febriyanto)

CIANJUREKSPRES.ID — Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cianjur dari sektor retribusi periode Januari hingga Agustus 2026 baru mencapai Rp294.940.697.555,30 atau 49,91 persen dari target murni sebesar Rp590.984.820.774,83.

Kondisi ini pun mendapat sorotan dari Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, mereka menilai capaian retribusi baru 49,91 persen merupakan sebuah angka yang jauh dari kata ideal mengingat sisa tahun anggaran berjalan hanya tinggal hitungan bulan.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Asep Guntara, menegaskan, capaian yang belum menembus separuh target setelah melewati lebih dari satu semester menunjukkan performa pemungutan yang belum maksimal.

“Melihat data pencapaian PAD sampai dengan Agustus 2026, dari retribusi daerah baru sekitar 49,91 persen. Ini merupakan capaian yang kurang ideal. Sudah lewat satu semester tetapi pencapaiannya masih di bawah 50 persen. Bahkan beberapa OPD penghasil retribusi realisasinya masih di bawah 60 persen, bahkan ada yang jauh lebih kecil lagi,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Rabu 16 September 2026.

Menyikapi ini, Asep mengatakan, Komisi II perlu memanggil jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis penghasil retribusi untuk dimintai evaluasi menyeluruh.

“Ini perlu dimintai keterangan mengapa realisasinya bisa seperti ini, apa saja kendala teknis di lapangan, serta formula langkah yang disiapkan untuk mengejar target hingga akhir Desember. Perlu effort (usaha) yang jauh lebih besar karena target masih sangat jauh, tapi waktu pencapaian target yang sedikit lagi,” ucapnya.

Asep menekankan perlunya terobosan konkret dan strategi percepatan dalam kurun waktu tiga bulan terakhir. Meski demikian, dia tetap memberikan apresiasi kepada sejumlah OPD yang pencapaian retribusinya sudah bagus, dan bisa menjadi motivasi untuk OPD lain karena dengan kondisi sekarang ternyata masih bisa mencapai target.

“Dari awal kita selalu mendorong peningkatan PAD demi kemandirian fiskal APBD Cianjur. Namun realitasnya, sektor retribusi masih jauh dari harapan. Ke depan, pemkab harus berani menggali potensi-potensi baru dan merumuskan terobosan yang lebih inovatif agar penerimaan retribusi benar-benar optimal menopang pembangunan daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *