Bantuan Presiden Datang, 120 Unit Becak Listrik Siap Dibagikan di Cianjur

Bantuan Presiden Datang, 120 Unit Becak Listrik Siap Dibagikan di Cianjur
Sebanyak 120 unit becak listrik bantuan Presiden tiba di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur.(Cianjur Ekspres/Moch Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Sebanyak 120 unit becak listrik bantuan Presiden tiba di halaman Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur. Ratusan becak listrik tersebut nantinya akan disalurkan kepada para penarik becak di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Kabupaten Cianjur, Sri Mulyani Rahayu, mengatakan jumlah becak listrik yang diterima melebihi data awal yang sebelumnya dihimpun pihaknya.

“Yang turunnya sekitar 120 unit. Sebetulnya datanya 80 yang kita dapatkan, cuma ada juga yang turun dari tim Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) yang melakukan survei langsung ke lapangan,” ujar Sri Mulyani, Rabu 9 September 2026.

Menurutnya, setelah data awal dari Dishub dikumpulkan, pihak yayasan kembali melakukan pendataan dan survei di lapangan. Dari hasil survei tersebut, jumlah calon penerima becak listrik bertambah menjadi sekitar 120 orang.

“Kemarin mungkin ada beberapa titik lokasi yang datanya belum masuk. Tapi nanti ada pelatihan. Ketika ada yang tidak datang saat pelatihan, bisa gugur,” katanya.

Sri Mulyani menjelaskan, waktu penyerahan becak listrik kepada penerima belum dapat dipastikan karena masih menunggu jadwal dari pihak yayasan. Setelah tiba di Cianjur, becak listrik tersebut terlebih dahulu akan dipasangi stiker dan selanjutnya para calon penerima akan mengikuti pelatihan.

“Besok rencananya mau melakukan pemasangan stiker. Setelah itu kita tunggu jadwal pelatihan kepada para pembecak, kemudian setelah itu baru dibagikan,” ujarnya.

Dia menyebutkan, program bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran becak listrik ke berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Informasi yang diterima Dishub, terdapat sekitar 70 ribu unit becak listrik yang akan didistribusikan ke berbagai daerah.

“Karena mereka juga harus menyebarkan ke seluruh Indonesia. Katanya ada 70 ribu becak untuk dikirim ke kabupaten/kota se-Indonesia,” kata Sri Mulyani.

Untuk wilayah Jawa Barat, lanjut dia, sejumlah daerah telah menerima bantuan tersebut, di antaranya Sukabumi dan Cianjur. Sementara di Cirebon, bantuan becak listrik bahkan sudah dibagikan kepada penerima.

Diprioritaskan Bagi Penarik Becak yang Berusia di Atas 55 Tahun

Sri Mulyani menambahkan, penerima bantuan diprioritaskan bagi penarik becak yang berusia di atas 55 tahun. Penentuan penerima juga dilakukan berdasarkan hasil survei di lapangan untuk memastikan calon penerima memang berprofesi sebagai penarik becak.

“Kategori penerima di atas usia 55 tahun, khusus pembecak. Karena kata yang survei dari yayasan itu akan kelihatan mana pembecak dan bukan,” jelasnya.

Menurut Sri Mulyani, kehadiran becak listrik diharapkan dapat membantu meringankan beban para penarik becak yang selama ini menggunakan becak konvensional.

“Adanya program ini menurut saya pribadi lebih bagus lagi. Karena mungkin kalau pakai becak yang konvensional manual itu lebih capek. Kalau ini lebih dipermudah lagi dengan becak listrik,” katanya.

Meski menggunakan tenaga listrik, becak tersebut tetap dilengkapi sistem manual sehingga masih dapat digunakan secara konvensional ketika diperlukan.

“Becak listrik ini masih ada manualnya juga, masih bisa dipakai. Jadi untuk mempermudah atau meringankan para pembecak di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.

Adapun pendataan calon penerima telah dilakukan di sejumlah wilayah, mulai dari Pagelaran, Ciranjang, hingga kawasan perkotaan. Untuk wilayah Cipanas, berdasarkan pendataan yang dilakukan, tidak ditemukan calon penerima dalam jumlah signifikan.

“Paling banyak penerima di seputaran Cianjur kota,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *