CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menargetkan persoalan pembangunan dan perbaikan sarana sekolah yang masih mengalami kerusakan dapat dituntaskan dalam waktu dua hingga tiga tahun ke depan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, pihaknya berharap seluruh sekolah di Kabupaten Cianjur dapat segera memiliki kondisi bangunan dan sarana yang layak. Namun, target tersebut tetap disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah.
“Harapannya secepatnya tuntas, tapi kita memaklumi disesuaikan dengan kondisi keuangan, baik keuangan APBD, provinsi, maupun nasional,” kata Ruhli kepada Cianjur Ekspres, Selasa 11 Agustus 2026.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan terhadap kemampuan pembiayaan pembangunan seperti tahun sebelumnya, persoalan sekolah yang membutuhkan penanganan dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu sekitar tiga tahun.
“Kalau misalkan pembangunan seperti tahun kemarin, dalam jangka tiga tahun ke depan sudah beres. Kalau misalkan tidak ada efisiensi, kemudian anggaran turun ke kabupaten/kota seperti tahun kemarin dari empat sumber, mudah-mudahan dalam jangka dua sampai tiga tahun sudah selesai di Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Ruhli menyebutkan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam mempercepat penanganan sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Cianjur.
Meski demikian, Disdikpora terus berupaya mencari sumber pembiayaan lain agar perbaikan sekolah tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pertama kita tetap berkoordinasi dengan Kemendikdasmen untuk menarik anggaran dari pusat,” kata Ruhli.
Selain mengoptimalkan anggaran dari pemerintah pusat, lanjut Ruhli, Disdikpora juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak ketiga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Kedua kita pun kolaborasi dengan pihak ketiga yaitu melalui dana CSR,” jelasnya.
Sementara itu, untuk menjaga kondisi sekolah yang ada agar tidak semakin mengalami kerusakan, Disdikpora juga mendorong optimalisasi anggaran yang sudah tersedia, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan anggaran pemeliharaan.
“Ketiga kita pun tetap memaksimalkan dana anggaran yang tersedia, minimal tidak mempercepat kerusakan. Baik dana BOS, ada dana pemeliharaan, minimal sedikit-sedikit bisa teratasi,” pungkasnya.












