DTPHP: 960 Hektare Lahan Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan

Ratusan hektar lahan sawan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur terancam kekeringan akibat musim kemarau. (Foto : Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Ratusan hektar lahan sawah di sejumlah kecamatan di Kabupaten Cianjur terdampak kekeringan akibat musim kemarau. Tiga hektar diantaranya masuk dalam kategori berat.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Hotikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Dandan Hendrayana, menyebutkan laporan terakhir pada 31 Juli 2026 tercatat ada 960 hektar yang terancam kekeringan.

“Dari 960 hektar luas lahan sawah yang terancam tersebut, meliputi 15 kecamatan, diantaranya Cibeber, Kadupandak, Sukanagara, Pagelaran, Gekbrong, Cugenang, Pasir Kuda, Campaka, Cilaku, Ciranjang dan Naringgul,” katanya, Rabu 5 Agustus 2026.

Menurutnya, dari 960 luas lahan yang terancam tersebut, paling besar berada di wilayah Kecamatan Cibeber seluas 191 hektar.

“Terkait dengan dampak, ada empat tingkatan, yakni ringan, sedang dan berat serta fuso. Yang terdampak berat itu ada di Kecamatan Gekbrong, Cilaku, Haurwangi, dan Sukaluyu,” ujarnya.

Dandan menyebutkan, lahan pesawahan yang terdampak sedang tercatat 13 hektar dan terjadi di Kecamatan Haurwangi, Cikalongkulon, Sukaluyu, Gekbrong, Cilaku, dan Cibeber.

“Kalau yang terdampak ringan hampir mencapai 146 hektar, terdiri dari 52 hektar di Kecamatan Sukaluyu, 26 hektar di Haurwangi, 14 hektar di Ciranjang dan 10 hektar di Pagelaran,” papar Dandan.

Dia menambahkan, pihaknya saat ini tengah melakukan beberapa upaya terhadap lahan sawah yang terdampak agar kembali pulih dengan cara penambahan debit air dan kompanisasi air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *