CIANJUREKSPRES.ID – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan Kodim 0608/Cianjur di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibinong, membawa perubahan besar bagi masyarakat.
Selain membangun infrastruktur jalan, program ini juga menghadirkan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang selama ini sangat dinantikan warga.
Ketua RT 08/RW 03 Kampung Citamiang, Desa Mekarmukti, Alo Supriatma (55), mengaku warganya telah puluhan tahun menghadapi kondisi jalan yang rusak parah. Bahkan, upaya pengajuan perbaikan telah dilakukan sejak lama, namun baru terealisasi melalui program TMMD.
“Dulu jalan rusak, masyarakat harus berjalan kaki. Memang pernah diaspal, tapi kondisinya tetap jelek. Sekarang melihat mobil molen datang dan banyak orang bekerja saja kami sudah sangat senang,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, Selasa 4 Agustus 2026.
Menurut Alo, jalan yang rusak selama ini menghambat aktivitas warga, terutama petani. Saat musim hujan, genangan air di jalan bisa mencapai lutut sehingga banyak warga, termasuk anak-anak, terjatuh hingga mengalami luka.
Dia menuturkan, akses menuju fasilitas kesehatan pun menjadi sulit. Kondisi tersebut membuat warga khawatir ketika ada masyarakat yang sakit atau ibu hamil yang akan melahirkan.
“Kalau ada warga sakit susah ke fasilitas kesehatan karena jalannya jelek. Kami juga khawatir kalau ada yang mau melahirkan. Harapan kami jalan ini selesai agar ekonomi masyarakat juga maju,” katanya.
Alo yang sehari-hari bekerja serabutan sebagai petani menjelaskan, hasil pertanian selama ini sulit dipasarkan karena kendaraan pengangkut kesulitan melintasi jalan. Truk pengangkut sayuran berkapasitas tujuh ton hanya bisa masuk seminggu dua kali.
“Kalau jalannya bagus, sayuran bisa dijual setiap hari. Selama ini warga juga belanja dua minggu sekali karena harus memperhitungkan ongkos dan sulitnya akses,” ungkapnya.
Selain pembangunan jalan, warga juga merasakan manfaat program Rutilahu dan pembangunan MCK. Di wilayahnya terdapat dua rumah yang mendapat bantuan Rutilahu dari total 65 kepala keluarga.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat tepat sasaran karena penerimanya merupakan warga dengan pekerjaan serabutan yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Sebelum dibangun memang rumahnya sangat mengkhawatirkan. Dari dulu kami mengajukan bantuan ke pemerintah, bahkan sejak zaman Presiden Megawati, tapi baru sekarang terwujud. Alhamdulillah desa kami terpilih,” katanya.
Ia juga mengungkapkan, sebelum adanya MCK, sebagian warga masih mandi, mencuci, dan buang air di kolam maupun selokan. Kini, keberadaan fasilitas tersebut sangat membantu meningkatkan kebersihan dan kesehatan masyarakat.
“Sebelum ada MCK warga ke kolam atau selokan. Sekarang Alhamdulillah sangat terbantu. MCK ini memang sangat tepat sasaran,” ujarnya.
Alo mengaku kehadiran TMMD memberikan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Kehadiran Bupati Cianjur, para pejabat TNI hingga jajaran Kodim 0608/Cianjur membuat masyarakat merasa diperhatikan.
“Kalau dihitung dengan materi saya tidak bisa. Kalau tidak ada TMMD, mungkin kami tidak merasakan kebahagiaan sederhana seperti sekarang. Warga sangat terharu, sangat tersentuh dengan adanya TMMD di kampung kami,” tuturnya.












