10 Desa di Cianjur Dapat Bantuan PDRP, RK Dadan Suryanegara: Kita Pikirkan Masalah Masyarakat

10 Desa di Cianjur Dapat Bantuan PDRP, RK Dadan Suryanegara: Kita Pikirkan Masalah Masyarakat
Anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKS, RK Dadan Suryanegara saat melepas secara simbolis truk pengantar beras bantuan dari CPPD untuk Penanganan Daerah Rentan Pangan (PDRP) di Kabupaten Cianjur, di Mande, pada Minggu, 2 Agustus 2025. (Foto: Dok Tim RK Dadan Suryanegara)

CIANJUREKSPRES.ID – Anggota DPRD Provinsi Jabar Fraksi PKS, RK Dadan Suryanegara secara simbolis menyalurkan bantuan beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD) Provinsi Jawa Barat dalam kegiatan Penanganan Daerah Rentan Pangan (PDRP) bagi masyarakat Cianjur, di Mande, Minggu 2 Agustus 2026.

“Kita sekarang sedang memikirkan masalah masyarakat, khususnya di Kabupaten Cianjur. Kebetulan saya orang Cianjur, maka yang terbersit ketika itu, apa yang bisa saya lakukan untuk Kabupaten Cianjur,” kata RK Dadan mengungkapkan.

Ada 10 desa yang akan medapatkan bantuan beras CPPD tersebut, yakni Desa Cisujen, Desa Pasawahan, Kecamatan Takokak; Desa Margasari dan Cinerang, Kecamatan Naringgul; Desa Sukaharja, Kecamatan Kadupandak; Desa Padaluyu, Rawagede, dan Margaluyu, Kecamatan Tanggeung; Desa Pasirbaru, Kecamatan Pagelaran; dan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas.

Diketahui, rata-rata desa teradapat 250 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan total keseluruhan 2.457 KPM.

“Penyerahan beras (CPPD) ke 10 desa rawan pangan di Kabupaten Cianjur ini bisa bermanfaat dan bisa dirasakan oleh masyarakat, apalagi dengan situasi dan kondisi kemarau panjang,” kata RK Dadan saat melepas truk pengantar beras CPPD.

Rencana, dirinya akan hadiri penyerahan secara simbolis pada warga Desa Cisujen, Kecamatan Takokak pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Terpisah, Kepala Bidang Kerawanan Pangan Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Kunkun Kurnia menyebutkan, 10 desa yang mendapatkan bantuan beras CPPD, merupakan kegiatan yang berasal Penanganan Daerah Rentan Pangan (PDRP) dari Dinas Ketahana Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jabar.

“Pemilihan desa berdasarkan hasil peta daro food security and vulnerability atlas (FSVA) tahun 2025, di mana ada 62 desa yang termasuk dalam kategori prioritas 4 dan belum ada intervensi bantuan dari dinas,” kata Kunkun pada Cianjur Ekspres.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *