Kasus Dugaan Perselingkuhan di RSUD di Cianjur Libatkan ASN, BKPSDM Bentuk Tim Ad Hoc

Perselingkuhan di RSUD di Cianjur Libatkan ASN, BKPSDM Bentuk Tim Ad Hoc
lustrasi (foto: Pixabay)

CIANJUREKSPRES.ID – Setelah kasus dugaan asusila yang berindikasi LGBT di salah satu puskesmas di Cianjur, kini mencuat kasus dugaan perselingkuhan yang terjadi di lingkup rumah sakit umum daerah (RSUD) di Cianjur yang juga melibatkan ASN.

Bahkan, kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur, juga oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cianjur.

Inspektur Daerah Kabupaten Cianjur, Endan Hamdani, menyebutkan jika aduan telah diterima sejak bulan lalu, tepatnya pada Senin, 15 Juni 2026.

“Kasusnya sudah saya disposisi ke inspektur pembatu khusus (irbansus),” katanya saat dikonfirmasi Cianjur Ekspres pada Senin, 27 Juli 2026.

Di sisi lain, Kepala BKPSDM Kabupaten Cianjur, Akos Koswara mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan tertulis dari direksi RSUD yang bersangkutan.

“Sudah dilakukan pemeriksaan dari pihak RSUD, selanjutnya kita akan membentuk tim Ad Hoc untuk proses penjatuhan hukuman disiplinnya,” kata Akos pada Selasa, 28 Juli 2026.

Apalagi, kasus dugaan perselingkuhan itu melibatkan 3 orang di lingkungan RSUD yang sama. Ditambah, kasus dugaan asusila yang berindikasi LGBT yang baru-baru terjadi.

“Ini jadi PR, setelah ini kita akan mengevaluasi secara menyeluruh, karena kasus seperti ini kebanyakan terjadi di lingkungan tenaga kesehatan (nakes),” katanya.

Munculnya dugaan kasus perselingkuhan tersebut, dibarengi dengan insiden penggerebekan suami yang merupakan ASN di RSUD dengan diduga wanita idaman lain (WIL) yang merupakan perawat di tempat yang sama.

Sebut saja Mawar, yang juga perawat di RSUD tersebut, menggerebek suaminya, sebut saja El sedang bersama WIL, sebut saja Melati, dalam rumah di sebuah komplek di Kecamatan Karangtengah pada Jumat, 5 Juni 2026 siang.

“Padahal rumah itu adalah investasi untuk anak. Saat itu pun anak-anak sedang sakit dan dirawat di RS,” kata Mawar saat ditemui Cianjur Ekspres, di salah satu kafe di Cianjur.

Rumah tersebut, lanjut Mawar, memang tidak ditinggali. Namun, El sering mengunjungi rumah tersebut dengan alasan membersihkan.

“Tapi saat saya datangi rumah bersama kakak saya, ternyata di sana ada mobil lain, mobil si Melati. Saya pun menggedor rumah, ketika pintu terbuka, El berkeringat dan kancing bajunya ada yang terbuka,” katanya.

Mawar pun memeriksa rumah yang disebut El tidak ada siapa-siapa. Tapi, akhirnya Mawar mendapati Melati bersembunyi di pojok dapur rumah itu.

“Sepertinya berusaha kabur dari pintu belakang di dapur, tapi terkunci. Kakak saya yang berjaga di belakang pun menyebut gagang pintu sempat bergoyang seperti ada yang bersuaha membukanya dari dalam,” kata Mawar.

Di dalam rumah, Mawar mendapati banyak barang-barang yang janggal, seperti belasan botol baby oil yang kosong, kasur yang berantakan, obat semprot untuk pria, hingga pakaian dalam yang disembunyikan di bawah kasur.

“Saya tanya dia, kenapa melakukan hal tersebut (perselingkuhan), jawabnya ingin merasa lebih muda, saya pun emosi,” jelas Mawar.

Mawar yang emosi, bersuara lantang sehingga menarik perhatian tetangga. Hal itu membuat Mawar akhirnya membawa keduanya ke kediaman El, di Kelurahan Bojongherang.

“Di hadapan keluarga mertua pun, si Melati sempat berbohong dan mengaku bukan perawat karena menutup muka dengan masker. Baru ketahuan oleh ipar yang ternyata mengenal Melati,” katanya.

Akhirnya mengetahui, jika Melati pun bekerja sebagai perawat di RSUD yang sama, di mana dia dan suaminya bekerja.

“Akhirnya saya melaporkan hal itu ke bagian Kepegawaian, sampai ke Inspektorat. Setelah sebulan, belum ada kejelasan, kedua orang itu (El dan Melati) pun masih bekerja seperti biasa, saya merasa sangat sedih dan seperti disepelekan,” kata mawar mengungkapkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *