CIANJUREKSPRES.ID – Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan Dinas Pangan Kabupaten Cianjur di Jalan Citarum Lama, Kecamatan Haurwangi tampak sepi pembeli.
Dari pantauan Cianjur Ekspres di lokasi GPM yang dilaksanakan di halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Haurwangi itu, lengang hingga pukul 10.00 WIB. Hanya ada beberapa ibu-ibu yang datang, tidak padat seperti GPM pada umumnya.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilitas Dinas Pangan Kabupaten Cianjur, Nurman Maksum Ishak mengatakan, sepinya pembeli pada GPM kali itu, disebabkan beberapa faktor, salah satunya kesibukan ibu-ibu pada pagi hari.
“Mungkin dari segi sosialisasinya, atau mungkin masyarakatnya pada sibuk mengantar anaknya ke sekolah, atau hal lainnya. Tapi kita bakal stay hingga paling lama pukul 1 siang,” kata Nurman saat ditemui Cianjur Ekspres.
Menurutnya, jika stok GPM yang dibawa tidak habis terjual, maka sisanya akan dibawa kembali oleh masing-masing vendor penyedia.
“Kalau tidak habis ya dibawa lagi oleh vendor, karena dinas hanya memfasilitasi penyelenggaraan saja. Kita tidak mensubsidi,” katanya.
Dalam tiap GPM, lanjut Nurman, pihaknya mengasumsikan membawa 3-4 ton stok secara keseluruhan komoditi, mulai dari beras, gula, minyak, sayur, hingga daging.
“Kita bekerja sama dengan berbagai vendor, yang BUMN ada dua, yakni Bulog untuk penyedia beras SPHP, dan Berdikari sebagai penyedia daging beku,” jelasnya.
Harga komiditi GPM, lanjutnya, merupakan harga produsen sehingga bisa lebih rendah dari harga pasar.
Beras SPHP Rp60.000/5 kg, beras premium Rp67.500/5 kg, MinyaKita Rp19.000/liter, gula Rp17.000/kg, terigu Rp9.000/kg, dan telur Rp25.000/kg.












