CIANJUREKSPRES.ID – Aksi heroik komunitas ojek online (ojol) bersama Satlantas Polres Cianjur berhasil menggagalkan pelarian sebuah mobil Honda Brio merah yang diduga dibawa kabur dari wilayah Kota Sukabumi, Minggu, 19 Juli 2026, malam.
Keberhasilan tersebut bermula dari informasi yang diterima komunitas Signal Delivery Cianjur dari rekan-rekan di Sukabumi terkait sebuah mobil Brio merah yang diduga hasil pencurian dan bergerak menuju Cianjur.
Ketua Komunitas Signal Delivery Cianjur, Rahmat Tirta atau yang akrab disapa Metsong, mengatakan setelah mendapat informasi tersebut, anggota komunitas langsung menyebar di sejumlah titik untuk memantau pergerakan kendaraan melalui GPS.
“Awalnya mobil sudah terpantau berada di Sukaraja dan mengarah masuk ke Cianjur. Dari grup sudah ada teman-teman yang standby di Rancagoong. Tapi GPS kendaraan sempat delay dan mati hidup, jadi kami terus berpindah-pindah titik mengikuti posisi terakhir. Ada yang berjaga di Jalan HOS Cokroaminoto karena kendaraan sempat singgah di sekitar BCA, kemudian saya sendiri awalnya menunggu di Tugu Tauco. Setelah kendaraan bergerak lagi ke arah Warung Jambe, saya pindah ke Ramayana karena khawatir dia masuk ke arah Dishub. Saya juga sudah koordinasi dengan teman-teman DOC Timur yang berjaga di Lampu Merah Pramuka,” katanya pada Senin 20 Juli 2026.
Menurutnya, kendaraan tersebut terus bergerak sehingga proses pengejaran berlangsung cukup menegangkan.
“Tidak lama kemudian GPS kembali aktif dan posisi kendaraan sudah di Arciko. Selama perjalanan dari Sukabumi sampai Arciko itu benar-benar seperti adegan film Fast and Furious. Jalannya sudah sepi sehingga mobil melaju sangat kencang. Bahkan di tanjakan rel Warung Jambe kendaraan masih terus dikejar. Dari arah bawah ada patroli, dari arah atas juga anggota Polsek Cianjur ikut menutup jalur,” katanya.
Dia mengatakan pengemudi akhirnya menghentikan kendaraan di kawasan Arciko sebelum melarikan diri ke sebuah gang.
“Begitu sudah tidak ada jalan lagi, mobil ditinggalkan dan pelakunya kabur ke arah gang. Mobil kemudian diamankan ke Polres. Yang membuat kami heran, tidak lama kemudian ada seseorang datang ke Polres sambil membawa kunci mobil dan mengaku menemukan kunci tersebut di sekitar lokasi. Polisi kemudian curiga dan meminta orang itu ikut ke kantor untuk dimintai keterangan. Setelah diperiksa, ternyata justru dia pelakunya,” katanya.
Rahmat mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemilik kendaraan, mobil tersebut merupakan milik seorang perempuan yang sebelumnya dipinjam oleh pelaku.
“Informasinya mobil itu milik pacarnya. Mobil sudah beberapa hari dibawa oleh pelaku. Kepada pemiliknya dia mengaku mobil dipinjamkan lagi ke orang lain, padahal sebenarnya dia sendiri yang menggunakannya. Dugaan sementara memang mau digelapkan. Bahkan GPS kendaraan awalnya ada tiga unit, dua sudah berhasil dicabut, tapi masih ada satu GPS lagi yang tidak ditemukan sehingga kendaraan masih bisa dilacak. Mobil itu juga ternyata digunakan untuk GrabCar sekaligus kendaraan rental, makanya dipasang lebih dari satu GPS,” katanya.
Dia menyebut informasi pertama diterima sekitar pukul 22.00 WIB dan kendaraan baru berhasil diamankan sekitar pukul 23.30 WIB setelah dilakukan pengejaran hampir satu setengah jam.
“Setelah mobil diamankan, teman-teman ojol yang sebelumnya berjaga di berbagai jalur langsung berkumpul di Polres. Polisi juga mengapresiasi koordinasi teman-teman yang menurut mereka berjalan sangat baik. Bagi kami, ini memang bukan soal penghargaan, tapi bentuk saling membantu. Namun kami mendapat informasi Pak Kapolres akan memberikan apresiasi kepada teman-teman yang ikut terlibat,” katanya.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi mengatakan informasi awal diterima dari komunitas ojol yang melaporkan adanya mobil Brio merah yang diduga hasil pencurian dari Sukabumi menuju Cianjur.
“Informasi tersebut berasal dari teman-teman ojol yang melaporkan ada dugaan pencurian mobil Brio di wilayah Kota Sukabumi yang mengarah ke Cianjur. Saat laporan masuk, kendaraan sudah berada di wilayah Warungkondang,” katanya.
Menurutnya, anggota Satlantas yang sedang bertugas langsung berkoordinasi dengan petugas Traffic Management Center (TMC) untuk melakukan pengejaran.
“Awalnya kendaraan sempat kami hentikan di lampu merah Jebrod. Namun pengemudinya tidak memiliki itikad baik dan justru melarikan diri ke jalur perkotaan. Dari situ dilakukan pengejaran bersama anggota dan teman-teman ojol,” katanya.
Aang mengatakan pengejaran berakhir di kawasan Arciko setelah pengemudi menghentikan mobil dan melarikan diri.
“Alhamdulillah berkat bantuan pencarian dari teman-teman ojol, pengemudi berhasil ditemukan, kemudian kami amankan dan diserahkan kepada Satreskrim Polres Cianjur,” katanya.
Dia menambahkan, sinergi antara Polres Cianjur dengan komunitas ojol selama ini telah terjalin dengan baik dan akan terus diperkuat.
“Bulan kemarin Pak Kapolres sudah melaksanakan apel besar bersama teman-teman ojol maupun PMOC. Ini menjadi bentuk kerja sama yang selama ini sudah terjalin dengan baik. Sebagai bentuk apresiasi, Pak Kapolres juga akan memberikan penghargaan kepada tim ojol yang terlibat dalam pengungkapan ini,” pungkasnya.












