Lima Mobil Tangki Disiagakan Penuhi Kebutuhan Air Bersih di 14 Kecamatan Terdampak Kekeringan

PMI Kabupaten Cianjur mendistribusikan satu unit tanki mobil air bersih di Kampung Tipar, Desa Pamoyanan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. (Foto : Dok. PMI Cianjur)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama Polres Cianjur, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Perumdam Tirta Mukti menyiagakan lima unit mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke 14 kecamatan yang terdampak kekeringan selama musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan setelah Pemkab Cianjur menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan yang berlaku hingga akhir September 2026.

Warga Desa Cibaregbeg, Kecamatan Cibeber, Subuh (45) mengatakan, sumur-sumur warga mulai mengering sehingga masyarakat terpaksa mengandalkan sumur bor komunal.

Dia menuturkan setiap musim kemarau desanya memang kerap mengalami krisis air bersih. Kondisi tahun ini kembali memaksa warga mengantre sejak pagi untuk mendapatkan air. “Daerah sini memang sering kekeringan kalau musim kemarau. Sumur warga sudah kering, jadi dari pagi warga antre di sumur bor untuk kebutuhan memasak dan mandi,” katanya, pada Senin 20 Juli 2026.

Subuh menambahkan, tidak hanya sumur warga yang mengering, debit air sungai di wilayahnya juga terus menurun akibat hujan yang tidak turun selama beberapa pekan terakhir. “Air sungai juga sudah mulai kering karena sudah lama tidak hujan,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi mengatakan, distribusi air bersih dilakukan melalui kolaborasi sejumlah instansi agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau.

“Dari Polres, PMI, dan Perumdam Tirta Mukti total ada lima unit mobil tangki yang disiapkan untuk mendistribusikan air bersih ke 14 kecamatan yang terdampak kekeringan. Mudah-mudahan kebutuhan air masyarakat bisa tetap terpenuhi selama musim kemarau,” katanya.

Kapolres Cianjur, AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, Polres Cianjur telah menyiapkan satu unit mobil tangki untuk membantu penyaluran air bersih ke wilayah terdampak.

“Kami sudah menyiapkan satu unit mobil tangki yang mulai beroperasi pekan ini untuk mendistribusikan air bersih ke daerah yang mengalami kekeringan,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat menghubungi Polsek terdekat maupun layanan darurat Polri 110. “Petugas kami siap melayani selama 24 jam untuk membantu warga yang terdampak kekeringan,” katanya.

Ketua PMI Kabupaten Cianjur, Ahmad Fikri mengatakan, pihaknya juga menyiagakan satu unit mobil tangki. Bahkan distribusi air bersih sudah dilakukan ke sejumlah wilayah yang lebih dulu mengalami kekeringan.

“Kami juga sudah menyiapkan satu unit mobil tangki. Beberapa hari lalu bantuan air bersih sudah kami salurkan ke Kecamatan Cibinong,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Mukti Cianjur, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya mengerahkan tiga unit mobil tangki untuk memenuhi permintaan bantuan air bersih dari masyarakat.

“Kami sudah menerima beberapa permohonan dari wilayah terdampak. Tiga mobil tangki kami siapkan untuk mendistribusikan air bersih sesuai kebutuhan,” katanya.

Selain itu, Perumdam juga memantau kondisi sumber air baku, terutama yang berasal dari sungai. Menurut Syamsul, debit air mulai mengalami penyusutan sehingga berpotensi memengaruhi distribusi air kepada pelanggan.

“Beberapa sumber air kami berasal dari sungai dan saat ini debitnya mulai menurun akibat kemarau. Karena itu kami terus memantau kondisi di lapangan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *