CIANJUREKSPRES.ID – Spanyol berhasil meraih Juara Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 pada partai final yang berlangsung di New Jersey, Senin 20 Juli 2026 dinihari.
Gol tunggal Ferran Torres pada babak extra time memastikan La Roja mengangkat trofi dunia untuk kedua kalinya sepanjang sejarah.
Laga final berlangsung sengit sejak menit pertama. Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, sementara Argentina lebih mengandalkan serangan balik dan disiplin bertahan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Spanyol langsung mengambil inisiatif menyerang. Peluang pertama hadir pada menit kelima melalui aksi individu Lamine Yamal dari sisi kanan. Namun, tembakannya masih mampu diamankan Emiliano Martinez.
La Roja terus mengontrol jalannya pertandingan dengan permainan umpan pendek khas mereka.
Mikel Oyarzabal dan Marc Cucurella beberapa kali mencoba melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, tetapi belum mampu memecah kebuntuan.
Sebaliknya, Argentina tampil di bawah tekanan. Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan keluar dari pressing tinggi yang diterapkan Spanyol sehingga nyaris tidak menciptakan peluang berbahaya.
Petaka juga menghampiri Argentina menjelang turun minum. Bek utama Lisandro Martinez mengalami cedera dan terpaksa digantikan Nicolas Otamendi.
Babak pertama pun berakhir tanpa gol dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Spanyol tetap mendominasi permainan.
Alex Baena sempat mengancam gawang Argentina melalui tendangan jarak jauh, tetapi Emiliano Martinez kembali tampil gemilang di bawah mistar.
Masalah Argentina bertambah ketika Cristian Romero juga mengalami cedera dan harus meninggalkan lapangan.
Lionel Scaloni kemudian memasukkan Facundo Medina untuk menutup lubang di lini belakang. Kehilangan dua bek utama membuat pertahanan Argentina semakin tertekan.
Namun penampilan luar biasa Emiliano Martinez membuat Spanyol frustrasi karena belum mampu mencetak gol.
Di penghujung waktu normal, Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernandez menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Pau Cubarsi.
Meski unggul jumlah pemain, Spanyol tetap gagal memanfaatkan peluang hingga laga berakhir 0-0 selama 90 menit.
Babak extra time berlangsung dengan tempo tinggi.
Pada menit ke-96, Nico Williams sempat membuat pendukung Spanyol bersorak setelah mencetak gol dari kemelut di depan gawang Argentina.
Namun, wasit Slavko Vincic menganulir gol tersebut setelah menilai Mikel Merino melakukan pelanggaran terhadap Nicolas Otamendi dalam proses terjadinya gol.
Keputusan tersebut membuat pertandingan kembali berlangsung tanpa gol.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-106. Pedro Porro mengirim umpan silang ke tiang jauh yang disambut sundulan Nico Williams.
Nico mengarahkan bola ke Ferran Torres yang berdiri tanpa kawalan. Striker Spanyol itu langsung melepaskan tendangan kaki kiri keras yang gagal dihentikan Emiliano Martinez.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta sepanjang pertandingan sekaligus memastikan keunggulan 1-0 bagi La Roja.
Ferran Torres sebenarnya kembali membobol gawang Argentina pada menit ke-113. Namun gol tersebut dianulir karena ia sudah berada dalam posisi offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Argentina gagal menyamakan kedudukan dan harus mengakui keunggulan Spanyol.
Kemenangan atas Argentina memastikan Spanyol meraih gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2010.(disway.id)












