CIANJUREKSPRES.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan pengoperasian KA Heritage Jaka Lalana sebagai upaya mendorong pertumbuhan pariwisata daerah yang dilintasi jalur Jakarta-Cianjur. Kereta wisata itu dirancang tidak hanya sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata berbasis sejarah dan budaya.
Kuswardoyo, mengatakan kehadiran KA Heritage Jaka Lalana diharapkan mampu mengangkat potensi wisata daerah yang selama ini belum tergarap optimal.
“Dengan adanya KA Heritage ini, kami berharap seluruh daerah yang dilalui kereta bisa sama-sama tumbuh, terutama dari sisi ekonomi dan pariwisata,” katanya.
Lanjutnya, KA Heritage Jaka Lalana akan melintasi 17 stasiun, termasuk sejumlah titik bersejarah seperti Stasiun Lampegan dan Terowongan Lampegan yang dikenal sebagai salah satu terowongan kereta api tertua di Indonesia.
Sepanjang perjalanan, penumpang tidak hanya menikmati pemandangan alam, tetapi juga mendapatkan informasi wisata secara langsung.
“Nantinya akan ada petugas khusus di dalam rangkaian kereta yang menjelaskan objek-objek wisata yang dilintasi selama perjalanan,” katanya.
Dia menyebut, pemerintah daerah turut dilibatkan dalam pengembangan konsep wisata ini. Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Sukabumi disebut telah menyiapkan sejumlah destinasi yang dapat dikunjungi wisatawan pengguna KA Heritage Jaka Lalana.
“Dari Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur juga sudah berkoordinasi dengan kami. Mereka menyiapkan beberapa objek wisata, salah satunya Gunung Padang,” ujar Kuswardoyo.
Untuk wisatawan yang ingin mengunjungi Gunung Padang, Kuswardoyo menjelaskan skema perjalanan telah disiapkan. Penumpang dapat turun di Stasiun Lampegan untuk melanjutkan wisata, sementara kereta akan tetap melanjutkan perjalanan hingga Cianjur.
“Konsepnya, penumpang yang ingin ke Gunung Padang bisa turun di Lampegan. Kereta melanjutkan perjalanan ke Cianjur, lalu saat kembali, penumpang bisa naik lagi KA wisata tersebut,” jelasnya.
Namun, paket wisata Gunung Padang tidak termasuk dalam tiket kereta. Menurut Kuswardoyo, pengelolaan objek wisata tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Untuk Gunung Padang itu wisatanya milik Pemerintah Kabupaten Cianjur, jadi biayanya terpisah. Ke depan kami ingin daerah-daerah wisata yang belum tersentuh bisa dikelola bersama melalui perjalanan kereta wisata ini,” katanya.
Kuswardoyo juga menegaskan, pengoperasian KA Heritage Jaka Lalana merupakan bentuk kontribusi KAI dalam mendukung pengembangan pariwisata daerah.
“KAI berharap kehadiran kereta wisata ini bisa menjadi penggerak agar potensi wisata di sepanjang jalur bisa berkembang dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat setempat,” pungkasnya.












