CIANJRUEKSPRES.ID – Jantung berdebar atau sering disebut deg-degan merupakan kondisi yang umum dialami banyak orang. Keluhan ini bisa muncul sesekali dan tidak berbahaya, tetapi pada sebagian orang dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diperhatikan.
Ada beberapa kebiasaan maupun kondisi yang dapat memicu jantung berdebar kambuh. Berikut enam di antaranya.
1. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein
Minuman seperti kopi, teh, minuman berenergi, dan beberapa jenis soda mengandung kafein yang dapat meningkatkan detak jantung. Pada orang yang sensitif, konsumsi kafein berlebihan bisa memicu rasa berdebar.
2. Stres dan Cemas
Saat mengalami stres atau kecemasan, tubuh melepaskan hormon adrenalin yang membuat detak jantung menjadi lebih cepat. Karena itu, rasa deg-degan sering muncul ketika seseorang sedang menghadapi tekanan atau kepanikan.
3. Kurang Tidur
Istirahat yang tidak cukup dapat memengaruhi kerja jantung dan sistem saraf. Akibatnya, tubuh menjadi lebih mudah lelah dan jantung terasa berdebar tanpa sebab yang jelas.
4. Merokok dan Minuman Beralkohol
Nikotin dalam rokok dapat meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Begitu pula konsumsi alkohol yang berlebihan dapat memengaruhi irama jantung pada sebagian orang.
5. Dehidrasi
Kurang minum air putih membuat volume cairan dalam tubuh berkurang. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah sehingga dapat menimbulkan sensasi jantung berdebar.
6. Penyakit Tertentu
Jantung berdebar juga bisa dipicu oleh kondisi medis seperti anemia, gangguan tiroid, tekanan darah rendah, gangguan irama jantung (aritmia), hingga efek samping obat-obatan tertentu. Jika keluhan sering muncul tanpa penyebab yang jelas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Untuk membantu mencegah jantung berdebar kambuh, batasi konsumsi kafein, cukupi waktu tidur, kelola stres dengan baik, minum air putih yang cukup, rutin berolahraga sesuai kemampuan, serta hindari rokok dan alkohol.
Apabila jantung berdebar disertai nyeri dada, sesak napas, pusing berat, pingsan, atau berlangsung cukup lama, jangan menunda untuk mencari pertolongan medis karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan jantung yang memerlukan penanganan segera.












