BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem 8–10 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat

BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem 8–10 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berstatus Siaga Hujan Lebat

CIANJUR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam tiga hari ke depan, yakni 8 hingga 10 Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah provinsi diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, hujan lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Pada 8 Juli 2026, status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Sumatera Barat. Sementara itu, status Waspada hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi di Aceh, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Riau, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Memasuki 9 Juli 2026, wilayah yang masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat meliputi Aceh, Jambi, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Maluku, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Angin kencang juga diprakirakan terjadi di sejumlah daerah, seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Barat.

Sementara pada 10 Juli 2026, status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat masih diberlakukan di Sulawesi Utara. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, dan Maluku. Angin kencang juga berpotensi melanda Aceh, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, serta Papua Barat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun wilayah pesisir yang berpotensi terdampak angin kencang. Masyarakat juga disarankan untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta instansi terkait guna mengurangi risiko akibat cuaca ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *