Realisasi PAD Bidpora Cianjur Baru Capai 39 Persen

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Cianjur, Dera Firman Fachruzi. (Foto: Cianjur Ekspres/Moch. Nursidin)

CIANJUREKSPRES.ID – Bidang Pemuda dan Olahraga (Bidpora) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp167 juta pada 2026. Hingga awal Juli 2026, realisasi PAD baru mencapai sekitar 39 persen atau sekitar Rp64 juta.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Kabupaten Cianjur, Dera Firman Fachruzi, mengatakan, capaian tersebut masih jauh dari target sehingga pihaknya harus bekerja lebih keras pada sisa tahun anggaran.

“Pencapaian sampai hari ini baru sekitar 39 persen. Totalnya sekitar Rp64 juta, sedangkan sisa target masih sekitar 60 persen. Jadi memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus kami laksanakan,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 2 Juli 2026.

Menurut Dera, pihaknya tetap optimistis target PAD sebesar Rp167 juta dapat tercapai hingga akhir tahun. Namun, terdapat sejumlah kendala yang memengaruhi pendapatan dari pengelolaan fasilitas olahraga.

Dia menjelaskan, pada Februari hingga Maret terjadi penurunan aktivitas karena bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri. Kondisi tersebut membuat penggunaan Stadion Badak Putih hampir berhenti total.

“Kalau di Badak Putih saat bulan puasa benar-benar off. Berbeda dengan Gelanggang Generasi Muda (GGM) yang masih ada aktivitas olahraga pada sore atau malam hari, seperti masyarakat yang berolahraga sambil menunggu waktu berbuka puasa,” ujarnya.

Selain itu, cuaca yang didominasi hujan pada awal tahun juga berdampak terhadap penggunaan sarana olahraga, khususnya lapangan di Stadion Badak Putih.

Dera juga menyoroti tren olahraga padel yang mulai berkembang dan memberikan dampak terhadap tingkat penggunaan lapangan tenis di Kompleks Wiralaga.

“Olahraga padel ini memengaruhi tenis lapangan. Saya berharap ini hanya tren musiman. Positifnya masyarakat semakin gemar berolahraga, tetapi dari sisi PAD tentu penggunaan lapangan tenis menjadi berkurang,” ucapnya.

Saat ini, Bidpora Disdikpora mengelola tiga fasilitas olahraga yang menjadi sumber PAD, yakni GGM, Stadion Badak Putih, dan Kompleks Olahraga Wiralaga.

Untuk mengejar target pendapatan, Disdikpora akan mengintensifkan kerja sama dengan sekolah-sekolah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar pemanfaatan fasilitas olahraga semakin meningkat.

“Kami akan terus melakukan pendekatan ke sekolah dan bekerja sama dengan KONI agar penggunaan fasilitas olahraga lebih optimal. Kami akan terus berusaha dan berjuang supaya target PAD tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *