CIANJUREKSPRES.ID – Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Cianjur menyebut bantuan pangan (Banpang) berupa minyak untuk alokasi Juli 2026 rencananya akan ditiadakan, dan hanya akan mengeluarkan pangan berupa beras.
Kepala Kantor Cabang (Kancab) Bulog Cianjur, Azwar Fuad mengatakan, sebelumnya sesuai dengan perintah dari pemeritah, Bulog Cianjur ditunjuk untuk menyalurkan bantuan berupa beras dan minyak. Namun, untuk alokasi Juli 2026 mendatang, Banpang bagi wilayah Kabupaten Cianjur, Sukabumi, dan Kota Sukabumi, hanya akan menyalurkan beras saja.
“Banpang yang sebelumnya berupa minyak dan beras, untuk alokasi Juli Bulog Cianjur hanya menyalurkan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap penerima manfaat,” katanya, Minggu 28 Juni 2026.
“Informasi terakhir untuk minyak ditiadakan. Hingga saat ini kita masih menunggu intruksi lanjutan dari pimpinan,” ujarnya menambahkan.
Berdasarkan informasi yang diterima, lanjut Azwar, rencana Banpang minyak ditiadakan, karena Minyak Kita merupakan Domestic Market Obligation (DMO) sebagai syarat impor Crude Palm Oil (CPO).
“Ketika DMO tersebut dipakai untuk Banpang otomatis akan meyedot Minyak Kita yang harusnya diperjualbelikan untuk umum. Dikhawatirkan Minyak Kita itu tersedot untuk Banpang, sedangkan untuk umum tidak ada, dan bisa terjadi kelangkaan,” paparnya.
Dia menambahkan, berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah tidak akan menyalurkan minyak pada alokasi Juli 2026, dan hanya beras sebanyak 10 kilogram per keluarga.
“Hingga sejauh ini untuk alokasi sebelum bulan Juli sudah mencapai 100 persen. Saat ini kami tengah mempersiapkan beras untuk alokasi bulan Juli,” kata Azwar.
Kepala Kantor Cabang Bulog Cianjur Azwar Fuad.(Foto: Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)












