CIANJUREKSPRES.ID- Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum penting bagi umat Muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui selama setahun terakhir. Pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan hanya sekadar pergantian waktu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kualitas ibadah kepada Allah SWT.
Dalam tradisi Islam, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa pada pergantian tahun Hijriah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT dan sebagai permohonan agar diberikan keberkahan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalani tahun yang baru. Doa akhir tahun dipanjatkan sebagai ungkapan penyesalan dan permohonan ampun atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, sedangkan doa awal tahun dibaca untuk memohon perlindungan, petunjuk, dan keberkahan dalam menjalani kehidupan ke depan.
Berikut doa menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H yang dapat diamalkan oleh umat Islam sebagai bentuk harapan agar senantiasa mendapatkan rahmat, ampunan, dan ridha Allah SWT.
Memasuki Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan muhasabah diri. Pergantian tahun Hijriah menjadi momentum untuk mengevaluasi amal yang telah dilakukan selama setahun terakhir sekaligus memohon keberkahan, perlindungan, dan petunjuk Allah SWT dalam menjalani tahun yang baru.
Doa Akhir Tahun Hijriah
Arab-Latin:
Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihi sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.
Artinya:
“Tuhanku, aku memohon ampun atas segala perbuatanku di tahun ini yang Engkau larang sementara aku belum sempat bertobat. Atas segala dosa yang Engkau biarkan karena kemurahan-Mu, padahal Engkau mampu menghukumku. Atas segala kesalahan yang Engkau perintahkan untuk kutobati, namun aku masih melakukannya. Karena itu, aku memohon ampun kepada-Mu, maka ampunilah aku. Terimalah amal-amal yang Engkau ridai dan yang telah Engkau janjikan pahala atasnya. Janganlah Engkau putuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”
Doa Awal Tahun Hijriah
Arab-Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa ‘alâ fadhlikal ‘azhîmi wa karîmi jûdikal mu‘awwal. Hâdzâ ‘âmun jadîdun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ’ih, wal ‘auna ‘alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû’I, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
“Tuhanku, Engkaulah Yang Maha Abadi, Maha Terdahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung dan kemurahan-Mu yang mulia, tahun baru ini telah datang. Aku memohon perlindungan-Mu dari godaan setan dan para pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk mengendalikan hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan. Bimbinglah aku agar setiap aktivitas yang kulakukan dapat mendekatkanku kepada rahmat dan ridha-Mu. Wahai Tuhan Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan.”












