Disdikpora Cianjur Petakan Hasil TKA, Optimistis Nilai Siswa Lampaui Rata-rata Nasional

Soal Rencana Peralihan Status PPPK Guru, Disdikpora dan BKPSDM Cianjur Masih Menunggu Regulasi serta Juknis dari Pusat
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin.(dok.Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur tengah melakukan pemetaan dan verifikasi hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari seluruh SD dan SMP. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui capaian akademik peserta didik, sekaligus menyusun strategi peningkatan mutu pendidikan di daerah.

Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan, proses rekapitulasi hasil TKA masih berlangsung sehingga rata-rata nilai peserta didik di tingkat kabupaten belum dapat diumumkan secara resmi.

“Untuk Kabupaten Cianjur saat ini kami masih melakukan mapping dan verifikasi secara keseluruhan. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan hasil rekapitulasi tingkat kabupaten sudah bisa diketahui,” ujarnya, kepada wartawan, Kamis 4 Juni 2026.

Proses pemetaan tersebut dilakukan di tengah perhatian publik terhadap hasil TKA tingkat nasional yang menunjukkan capaian nilai rata-rata masih relatif rendah, terutama pada mata pelajaran Matematika. Berdasarkan data nasional, nilai rata-rata Matematika jenjang SD berada di angka 42,41, sedangkan SMP mencapai 40,34. Sementara itu, nilai Bahasa Indonesia tercatat 60,14 untuk SD dan 60,83 untuk SMP.

Meski hasil tingkat kabupaten belum diumumkan, Ruhli mengaku optimistis capaian siswa di Kabupaten Cianjur mampu melampaui rata-rata nasional. Optimisme tersebut didasarkan pada hasil pemantauan awal yang dilakukan di sejumlah sekolah.

“Dari hasil pemantauan sementara di sejumlah sekolah, kami berharap nilai Bahasa Indonesia maupun Matematika di Kabupaten Cianjur bisa berada di atas rata-rata nasional,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan TKA yang baru digelar pertama kali tahun ini memiliki peran penting sebagai alat ukur kemampuan akademik peserta didik. Hasil yang diperoleh tidak hanya menggambarkan tingkat penguasaan materi pelajaran, tetapi juga menjadi dasar evaluasi bagi sekolah dan pemerintah dalam menyusun program peningkatan kualitas pembelajaran.

“TKA ini menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik siswa dan apa saja yang perlu diperbaiki dalam proses pembelajaran ke depan,” ujarnya.

Ruhli menambahkan, tingkat partisipasi sekolah di Kabupaten Cianjur dalam pelaksanaan TKA tergolong sangat tinggi. Hampir seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah pertama turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah partisipasi sekolah mencapai sekitar 99 persen. Meskipun tidak bersifat wajib, kami tetap menginstruksikan agar siswa kelas VI dan kelas IX mengikuti TKA,” katanya.

Sementara itu, Bupati Cianjur Mohamad Wahyu Ferdian menilai peningkatan kualitas pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Menurutnya, kemudahan akses informasi melalui internet dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran apabila dimanfaatkan secara bijak.

“Anak-anak sekarang memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi. Teknologi bisa menjadi peluang besar untuk meningkatkan kemampuan akademik jika digunakan secara tepat,” ujarnya.

Wahyu juga menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan mampu menjawab tantangan zaman. Menurutnya, penguatan kapasitas guru akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas peserta didik.

“Kami berharap para guru dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama dalam membangun kemampuan berpikir logis dan pemecahan masalah yang sangat dibutuhkan siswa,” katanya.

Dia menambahkan, keberhasilan meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah semata, tetapi memerlukan keterlibatan seluruh pihak, termasuk orang tua dan masyarakat.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Karena itu perlu kerja sama semua pihak agar anak-anak Cianjur memiliki kemampuan yang baik dan mampu bersaing di masa depan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *