20 Ribu Warga Cianjur Daftar SIAPkerja, Berapa yang Diterima Kerja?

Disnakertrans Kabupaten Cianjur
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur.(Dok. Cianjur Ekspres)

CIANJUREKSPRES.ID – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 20.022 warga telah terdaftar dalam platform SIAPkerja.id sejak mulai diterapkan pada Maret 2025. Namun, hingga saat ini secara data sistem masih 0 yang telah diterima kerja lewat platform tersebut.

Staf Analisis Tenaga Kerja Disnakertrans Cianjur, Muhammad Dikhatama Yudha, mengatakan, implementasi platform tersebut merupakan tindak lanjut dari terbitnya regulasi Kementerian Ketenagakerjaan yang mulai diberlakukan secara bertahap di daerah.

“Pendaftaran SIAPkerja di Cianjur baru dimulai sejak Maret 2025. Hingga saat ini jumlah yang sudah terdaftar mencapai 20.022 orang,” katanya, Senin 13 April 2026.

Dari jumlah tersebut, mayoritas pengguna didominasi oleh lulusan SMA sederajat. Tercatat sebanyak 14.779 pencari kerja berasal dari latar belakang pendidikan tersebut.

“Yang paling banyak menggunakan platform itu di lulusan SMA sederajat, sejumlah 14.779 orang,” katanya.

Dikha menjelaskan, hingga saat ini pihaknya juga masih menghadapi kendala dalam optimalisasi sistem, salah satunya belum optimalnya pelaporan lowongan kerja dari perusahaan ke dalam platform tersebut.

“Perusahaan belum rutin melaporkan lowongan ke sistem. Saat ini kami sedang menyusun draft Peraturan Bupati mengacu pada Perpres Nomor 57 Tahun 2023 agar pelaporan lowongan kerja bisa diwajibkan,” katanya.

Menurutnya, meskipun jumlah pendaftar cukup tinggi, sistem SIAPkerja saat ini belum dapat menampilkan data penempatan kerja secara langsung alias masih nol yang diterima kerja.

“Secara sistem memang belum ada fitur berhasil yang menunjukkan pelamar sudah bekerja, sehingga di dalam sistem masih tercatat nol. Namun berdasarkan data penempatan formal di luar sistem, sudah ada sekitar 14.953 orang yang berhasil ditempatkan,” katanya.

Dia menyebut, Disnakertrans juga menggelar job fair online sebagai upaya mendorong pemanfaatan platform tersebut. Dari kegiatan tersebut, posisi yang paling banyak diminati yakni Crew Store Alfaria dan Sales Associate di Matahari Department Store.

Sementara itu, jenis lowongan yang tersedia sejak awal 2026 didominasi pada bidang keuangan (finance) dan penjualan (sales).

“Yang tersedia itu dari awal tahun 2026 sampai sekarang bulan April itu di posisi Finance dan Sales,” katanya.

Terkait mekanisme penggunaan, Dikha menjelaskan masyarakat dapat mendaftar secara mandiri melalui situs resmi SIAPkerja dengan melengkapi data seperti NIK, nomor telepon, email aktif, hingga nama ibu kandung.

“Setelah mendaftar, pencari kerja wajib melengkapi profil dan mengaktifkan status sebagai pencari kerja. Kalau mengalami kesulitan, kami juga membuka layanan langsung di kantor,” katanya.

Pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya sosialisasi, mulai dari media sosial, organisasi perangkat daerah, hingga ke sekolah-sekolah. Namun, belum seluruh masyarakat mengetahui keberadaan platform tersebut.

“Masih banyak masyarakat yang belum tahu. Selain itu, sistemnya yang cukup advance juga membuat sebagian pencari kerja kesulitan dalam penggunaannya,” katanya.

Dia mengaku, kendala lain yang kerap dikeluhkan masyarakat di antaranya masalah teknis seperti keterlambatan kode OTP, lupa kata sandi, NIK yang sudah terdaftar, hingga gangguan jaringan.

“Perlu diakui kehadiran platform SIAPkerja ini belum sepenuhnya diketahui oleh seluruh masyarakat Cianjur, dan dikarenakan sistem lumayan advance seringkali kendala yang kami hadapi adalah pencaker yang kesulitan bernavigasi dalam menggunakan aplikasi sistem,” katanya.

Pihaknya juga telah melakukan pelayanan langsung ke wilayah yang memiliki keterbatasan akses, termasuk ke sejumlah sekolah di daerah selatan Cianjur seperti SMKN 1 Cidaun, SMKN 1 Cijati, hingga SMK Tanggeung.

“Kami juga bekerja sama dengan Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah untuk membantu proses pendaftaran dan pendampingan penggunaan SIAPkerja,” katanya.

Dikha menambahkan, meskipun hasil yang dicapai belum maksimal, platform SIAPkerja dinilai tetap memiliki potensi besar dalam membantu menekan angka pengangguran.

“Hasil yang didapatkan belum sesuai yang diharapkan dikarenakan kendala teknis dan diperlukan pengembangan lebih lanjut. SIAPkerja ini tidak hanya menyediakan informasi lowongan, tapi juga pelatihan, magang, hingga asesmen diri. Jadi bisa membantu pencari kerja meningkatkan kompetensinya,” katanya.

Dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan seluruh fitur yang tersedia dalam platform tersebut, mulai dari Karirhub untuk mencari pekerjaan, Skillhub dan Sertihub untuk pelatihan dan sertifikasi, hingga Bizhub dan Talenthub untuk pengembangan diri dan kewirausahaan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif, melengkapi profil, meningkatkan keterampilan, dan tidak ragu mencari peluang kerja, termasuk di luar daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *