1.300 Personel Gabungan Dikerahkan dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Cianjur

Sebanyak 1.300 personil gabungan disiagakan dan ditempatkan disejumlah titik demi memastikan keamanan dan kelancaran bagi masyarakat juga pemudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Kabupaten Cianjur.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)
Sebanyak 1.300 personil gabungan disiagakan dan ditempatkan disejumlah titik demi memastikan keamanan dan kelancaran bagi masyarakat juga pemudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Kabupaten Cianjur.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJURKESPRES.ID – Sebanyak 1.300 personel gabungan dikerahkan di sejumlah titik untuk memastikan keamanan dan kelancaran bagi masyarakat juga pemudik dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Kabupaten Cianjur.

Selain menyiagakan ribuan personil, Forum Komunikasi Pimpiman Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur juga melakukan pemusnahan knalpot bising di Halaman Mapolres Cianjur, Kamis 12 Maret 2026.

Kapolres Cianjur AKBP, Ahmad Alexander Yurikho Hadi, menjelaskan, pihaknya menyiagakan dua pertiga kekuatan personel untuk ditempatkan lebih dekat dengan masyarakat melalui sejumlah pos pengamanan.

“Polri menempatkan personel di beberapa titik melalui belasan pos pengamanan, pos pelayanan, serta satu pos terpadu yang diisi oleh berbagai unsur, bukan hanya Polri,” katanya kepada wartawan.

Selain itu lanjut dia, pos terpadu tersebut akan diisi oleh berbagai unsur seperti Pramuka, Basarnas, Dinas Perhubungan, Satpol PP, hingga personel TNI dari Kodim.

Menurutnya, keberadaan pos-pos tersebut bertujuan untuk memberikan perlindungan serta pelayanan maksimal kepada masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.

“Kendaraan dinas juga kami kerahkan untuk membantu pelayanan dan pengamanan bagi masyarakat Cianjur,” kata Alexander.

Selain itu, Polres Cianjur juga akan memberlakukan pembatasan kendaraan berat di jalur arteri selama masa Operasi Ketupat. Kendaraan dengan sumbu lebih dari dua atau roda enam ke atas tidak diperbolehkan melintas mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Namun demikian, pembatasan tersebut dikecualikan bagi kendaraan yang membawa kebutuhan penting seperti bahan pokok, bahan bakar minyak (BBM), serta alat kesehatan.

“Untuk kendaraan yang bersifat darurat atau membawa kebutuhan pokok tetap diperbolehkan melintas dengan pengawalan,” katanya.

Alexander menambahkan, masyarakat yang membutuhkan bantuan selama masa pengamanan dapat menghubungi layanan darurat kepolisian melalui nomor 110.

“Total personel yang diturunkan dari Polres Cianjur sebanyak 600 personel. Jika digabung dengan TNI dari Kodim dan Batalyon serta unsur lainnya, jumlahnya mencapai sekitar 1.300 personel untuk pengamanan di wilayah Kabupaten Cianjur,”

Sementara itu Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mengatakan, Operasi Ketupat 2026 melibatkan berbagai unsur lintas instansi di Kabupaten Cianjur.

“Untuk Operasi Ketupat tahun 2026 ini melibatkan seluruh institusi di Kabupaten Cianjur seperti TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Damkar, Senkom, termasuk adik-adik Pramuka,” katanya.

Dia menambahkan, operasi tersebut akan berlangsung selama 13 hari. Pemerintah daerah berharap seluruh rangkaian pengamanan dapat berjalan lancar sehingga para pemudik yang melintas di wilayah Cianjur dapat sampai ke tujuan dengan aman dan selamat.

“Semoga pelaksanaan Operasi Ketupat di Kabupaten Cianjur berjalan lancar dan seluruh pemudik bisa sampai ke tujuan dengan aman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *