CIANJUREKSPRES.ID – Hedi Permadi Boy kembali mendapat amanah sebagai Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Cianjur untuk periode 2026–2030.
Hedi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang (Muscab) V Hiswana Migas DPC Cianjur yang digelar di Hotel Le Eminence Puncak Cipanas, Senin 8 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Hedi mengatakan bahwa dirinya bersama jajaran pengurus baru akan fokus memperkuat organisasi agar Hiswana Migas semakin diakui oleh pemerintah daerah maupun masyarakat.
“Untuk para pengurus baru, mudah-mudahan dapat menjadi pengurus yang mampu membawa Hiswana Migas ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
“Kami juga memohon doa dan dukungannya agar dapat lebih fokus dalam menjalankan amanah di Hiswana Migas,” tambah Hedi.
Dengan dukungan dari seluruh pihak, Hedi berharap Hiswana Migas DPC Cianjur dapat semakin maju dan terus bersinergi dengan Pertamina.
“Sebagai induk organisasi dalam penyaluran energi, Pertamina diharapkan dapat terus menyalurkan energi bersubsidi kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya,” katanya.
Usai melantik pengurus, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab Hiswana Migas DPC Cianjur yang berlangsung lancar dan sesuai harapan.
“Kepada ketua terpilih, kami berharap dapat membawa Hiswana Migas DPC Cianjur menjadi lebih baik lagi melalui berbagai perbaikan yang diperlukan, sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan Pertamina maupun pemerintah daerah,” ujar Heddy.
Heddy juga menekankan pentingnya menjalankan tugas penyaluran subsidi energi sesuai harapan pemerintah, yakni tepat sasaran, tepat harga, dan tepat jumlah.
“Ini merupakan amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan pemerintah kepada Hiswana Migas. Selain itu, kami berharap para pengurus dapat menjalankan amanah yang telah diberikan oleh para anggota,” katanya.
Menurut Heddy, pengurus yang baru dilantik juga diharapkan mampu mengakomodasi serta menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan anggota.
“Di sisi lain, kami juga berharap para anggota dapat meningkatkan loyalitas serta memenuhi kewajiban mereka terhadap organisasi. Termasuk memberikan masukan-masukan agar organisasi ini menjadi lebih baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, mengingatkan para pelaku usaha migas yang tergabung dalam Hiswana Migas agar tidak membiarkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG bersubsidi terganggu akibat lemahnya pengawasan maupun praktik spekulasi di lapangan.
Menurutnya, kelancaran distribusi energi bukan sekadar persoalan bisnis, melainkan faktor penting yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Jangan sampai terjadi kelangkaan yang disebabkan tata kelola yang kurang baik atau adanya praktik spekulasi di lapangan yang merugikan masyarakat kecil,” katanya.
Bupati menegaskan, Hiswana Migas merupakan mitra strategis pemerintah karena berperan dalam mengelola distribusi energi yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“BBM dan LPG telah menjadi penopang aktivitas rumah tangga, sektor pertanian, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga transportasi publik,” ujarnya.
Karena itu, keberhasilan menjaga pasokan energi akan berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Sebaliknya, gangguan distribusi dapat memicu keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas wilayah,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga meminta Hiswana Migas untuk memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur apabila terjadi gangguan pasokan maupun gejolak harga di lapangan.
“Komunikasi yang cepat dan terbuka menjadi kunci agar pemerintah dapat mengambil langkah antisipatif sebelum persoalan berkembang menjadi krisis distribusi,” pungkasnya.












