CIANJUREKSPRES.ID – Ratusan pekerja di sebuah perusahaan perkebunan kakao di Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, mengeluhkan tunggakan gaji yang belum dibayarkan selama berbulan-bulan. Kondisi tersebut membuat para buruh kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Para pekerja mengaku belum menerima upah antara tiga hingga tujuh bulan terakhir. Padahal, sebagian besar dari mereka telah mengabdikan diri di perusahaan yang beroperasi di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU) tersebut selama puluhan tahun.
Selain persoalan upah, para buruh juga mengeluhkan tidak adanya jaminan ketenagakerjaan maupun jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi hak pekerja.
“Sampai sekarang kami belum menerima gaji selama beberapa bulan. Kami berharap perusahaan segera membayarkan hak-hak kami karena kebutuhan keluarga terus berjalan,” kata salah seorang pekerja yang enggan ditulis namanya kepada wartawan.
Selama ini, para buruh menerima upah sekitar Rp45 ribu per hari. Namun, sejak beberapa bulan terakhir pembayaran gaji tidak lagi dilakukan secara rutin.
Para pekerja berharap perusahaan segera memberikan kepastian terkait pembayaran gaji yang tertunggak serta memenuhi hak-hak normatif pekerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan perusahaan, AS, membenarkan adanya keterlambatan pembayaran upah. Menurutnya, perusahaan saat ini sedang menghadapi kendala produksi yang berdampak pada kondisi keuangan.
“Kami memahami keluhan para pekerja. Saat ini perusahaan memang sedang mengalami kesulitan dalam hal produksi sehingga berpengaruh terhadap pembayaran hak-hak karyawan,” ujarnya.
Dia menjelaskan, rata-rata pekerja belum menerima upah selama sekitar tiga bulan, meski ada sejumlah pekerja yang mengaku belum dibayar dalam rentang waktu lebih lama.
Dia menegaskan, perusahaan tidak akan mengabaikan kewajibannya dan berjanji menyampaikan aspirasi para buruh kepada manajemen agar segera dicarikan solusi.
“Kami tidak akan lari dari tanggung jawab. Aspirasi dan tuntutan para pekerja akan kami sampaikan kepada pimpinan perusahaan untuk ditindaklanjuti,” katanya.
Para pekerja kini berharap ada langkah konkret dari perusahaan agar pembayaran gaji yang tertunggak dapat segera direalisasikan dan persoalan tersebut tidak terus berlarut.












