CIANJUREKSPRES.ID – Kabupaten Cianjur kembali menunjukkan kekayaan potensi wisata alamnya yang luar biasa. Tersembunyi di wilayah selatan, Curug Cidadali hadir sebagai pesona air terjun megah setinggi kurang lebih 60 meter yang masih sangat asri dan alami.
Berlokasi di Desa Wargaasih (perbatasan antara Kecamatan Kadupandak dan Kecamatan Takokak), air terjun ini menawarkan pemandangan bentang alam yang spektakuler namun hingga kini belum terkelola secara optimal.
Sekretaris Kecamatan Kadupandak, Mumuh Parhamubin, menjelaskan, bahwa akses menuju keindahan alam ini berjarak sekitar 3 kilometer dari Kantor Desa Wargaasih. Menurutnya, keberadaan curug ini merupakan salah satu aset ekowisata yang sangat potensial bagi wilayah Cianjur Selatan.
Melihat keindahan lokasi tersebut, Karang Taruna setempat telah memprakarsai langkah awal dengan melakukan penataan akses jalan menuju area air terjun. Namun, pengembangan kawasan ini masih menghadapi sejumlah kendala.
“Kondisi Curug Cidadali saat ini masih sangat alami tanpa sentuhan fasilitas modern. Penataan awal sudah dimulai oleh rekan-rekan Karang Taruna, tetapi belum rampung sepenuhnya akibat keterbatasan sumber daya, dana, serta peralatan,” ungkap Mumuh.
Untuk memaksimalkan potensi besar Curug Cidadali tanpa merusak keasrian alamnya, sejumlah langkah strategis dan fokus pengembangan telah dirancang, antara lain:
* Perbaikan Aksesibilitas: Membangun jalan perkerasan atau rabat beton agar jalur dapat diakses kendaraan roda dua dengan aman dan nyaman.
* Penataan Ekowisata Ramah Lingkungan: Mempercantik kawasan air terjun dengan tetap menjaga kelestarian bentang alam sekitar.
* Pembangunan Bumi Perkemahan (Camping Ground): Menyediakan area berkemah yang representatif untuk kegiatan Pramuka, komunitas outdoor, hingga wisatawan umum.
* Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat: Mendorong pertumbuhan UMKM lokal, ekonomi kreatif, serta mengoptimalkan peran pemuda Karang Taruna di batas wilayah Kadupandak dan Takokak.
Pengembangan Curug Cidadali menjadi objek wisata terpadu dan area perkemahan diharapkan tidak hanya menjadi magnet baru bagi para pencinta alam, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian warga lokal serta menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Cianjur.












