CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengeluarkan surat imbauan potensi bencana kekeringan ke pemerintah kecamatan memasuki musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama mengatakan, saat ini Pemkab Cianjur sudah mengedarkan surat imbauan musim kemarau ke seluruh kecamatan di Cianjur.
“Surat yang telah ditandatangani Pak Bupati itu, setiap kecamatan harus mengedarkan juga ke pemerintah desa di wilayahnya masing-masing,” katanya, Senin 8 Juni 2026.
BPBD pun juga telah berkoordinasi dengan dinas dan intansi terkait dalam upaya penanganan potensi bencana kekeringan akibat musim kemarau.
“Berdasarkan data dari tahun sebelumnya, potensi dampak dari musim kemarau yaitu, kurangnya pasokan air bersih bagi masyarakat. Kita sudah mulai menjalin koordinasi dengan Perumdam Tirta Mukti, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Diperkim) untuk memasok air bersih,” ungkap Samudra.
Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Cianjur berpotensi terdampak kekeringan setiap memasuki musim kemarau. Wilayah Cianjur Utara yang paling sering terdampak.
“Jadi dari setiap kecamatan itu, masing-masing ada satu sampai tiga desa yang sering terdampak kekeringan sampai kekurangan air bersih,” kata Samudra.
Selain kekeringan, Samudra mengatakan, bahwa Kabupaten Cianjur juga memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) setiap musim kemarau.
“Data terakhir kebakaran lahan yang terjadi di Cianjur pada 2023 lalu, di Kecamatan Cilaku serta di Cugenang. Kita meminta warga untuk tidak membakar sampah sembarangan,” pungkasnya.












