CIANJUREKSPRES.ID – Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, angkat bicara terkait kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur. Dia menegaskan, kebijakan kenaikan UMK merupakan upaya pemerintah untuk berada di posisi tengah demi menjaga keseimbangan kepentingan pekerja, buruh, dan pengusaha.
Ramzi mengatakan, penetapan UMK di tingkat kabupaten maupun provinsi telah melalui proses dan dinamika yang wajar. Menurutnya, adanya riak atau perbedaan pendapat dalam proses penetapan merupakan hal yang biasa dalam pengambilan kebijakan publik.
“Kabupaten sudah, provinsi juga sudah, walaupun ada riak-riaknya itu hal biasa. Semangat Pak Gubernur, Pak Bupati, itu sama, bagaimana caranya pemerintah bisa berada di tengah,” ujarnya kepada Cianjur Ekspres, di Pendopo Cianjur, Selasa 30 Desember 2025.
Dia menambahkan, pemerintah berupaya menjaga kesinambungan antara kepentingan pekerja dan kondisi dunia usaha, terutama di tengah situasi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.
“Baik untuk pekerja, buruh, pengusaha, dan yang lainnya. Semua harus saling berkesinambungan. Angka UMK sudah keluar di Kabupaten Cianjur, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan terus berproses,” kata Ramzi.
Saat ditanya terkait kemungkinan adanya perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan UMK, Ramzi menyebutkan terdapat mekanisme dan jalur yang harus ditempuh sebelum masuk ke ranah pemerintah daerah.
“Kalau ada perusahaan yang bandel, sebelum ke Pemkab ada jalurnya dulu, melalui serikat buruh, organisasi, dan mekanisme lainnya,” jelasnya.
Ramzi juga menekankan kondisi saat ini menuntut semua pihak untuk saling memahami.
Dia menilai, bukan hanya pekerja yang menghadapi kesulitan, namun pengusaha juga tengah berada dalam kondisi yang memprihatinkan akibat menurunnya daya beli masyarakat.
“Kita semua lagi prihatin. Saudara-saudara kita butuh, pengusaha juga lagi prihatin. Tingkat beli juga sedang berkurang dan tidak bagus,” tuturnya.
Meski demikian, dia berharap seluruh pihak dapat mencari solusi terbaik agar kebijakan UMK tidak merugikan satu pihak pun di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Bagaimana caranya dengan kondisi seperti ini, semua tidak ada yang dirugikan,” pungkasnya.












