Kecil Bukan Alasan: Menapaki Progres STAI Kharisma Sukabumi

Mulyawan Safwandy Nugraha Editor in chief Jurnal Kharismatik Direktur LP2M STAI Kharisma Sukabumi 

CIANJUREKSPRES.ID- Tidak semua kampus besar lahir dari gedung yang megah. Beberapa lahir dari keberanian mengambil langkah yang tidak berani diambil orang lain.

 

STAI Kharisma Cicurug Sukabumi adalah salah satunya. Di tengah puluhan PTKIS di Jawa Barat yang menawarkan prodi serupa dan bersaing di ruang yang sama, kampus kecil di Cicurug ini memilih bergerak ke arah yang tidak biasa. Bukan karena sumber daya yang berlimpah, tetapi karena visi yang jernih dan keberanian yang nyata.

 

April 2026 menjadi momen bersejarah. Dua puluh mahasiswa STAI Kharisma diberangkatkan ke Malaysia, dibagi tujuh kelompok, dan ditempatkan di berbagai sanggar bimbingan untuk mengabdi kepada anak-anak imigran Indonesia yang jauh dari tanah air.

 

Mereka mengajar, mendampingi, dan bahkan memperingati Hari Kartini bersama anak-anak diaspora di Sanggar Al-Ikhlas Sungai Penchala, Kuala Lumpur, mengenalkan budaya dan sejarah bangsa kepada generasi Indonesia di perantauan. Dengan ini, STAI Kharisma tercatat sebagai PTKIS pertama di Jawa Barat yang menyelenggarakan program KKN di luar negeri. Sebuah catatan yang tidak mudah diraih oleh kampus manapun.

 

Yang menarik, program ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Mahasiswa penerima beasiswa KIP diwajibkan ikut kursus bahasa Inggris dan Arab, wajib punya paspor, dan wajib ikut KKN Internasional. Kebijakan sederhana namun berdampak besar — mengubah beasiswa menjadi investasi nyata untuk masa depan.

 

Di dalam negeri pun langkahnya tidak kalah tegap. Maret 2026, STAI Kharisma resmi menerima izin pembukaan Program Studi Magister PAI (S2), menjadikannya kampus yang kini hadir di dua jenjang akademik sekaligus.

 

Bersamaan dengan itu, proses transformasi menuju Institut Kharisma Nusantara terus dimatangkan melalui diskusi terbatas yang melibatkan pimpinan, dosen, dan pemangku kepentingan kampus. Ini bukan mimpi di atas kertas, tapi ini peta jalan yang sedang ditempuh.

 

Para dosennya pun tidak berdiam diri. Dalam bidang riset, SINTA STAI Kharisma Sukabumi berada di peringkat ke-4 dari seluruh perguruan tinggi di Sukabumi. prestasi yang jarang diketahui publik, namun berbicara lantang tentang produktivitas ilmiah yang sungguh-sungguh. Tiga jurnal ilmiah dikelola secara aktif, dan proposal riset para dosen lolos seleksi program Litapdimas Kemenag RI. Di sisi lain, 90 mahasiswa semester V dibekali secara serius sebelum terjun ke praktik profesi keguruan di 10 lembaga pendidikan mitra. Tidak ada yang dikerjakan setengah-setengah.

 

STAI Kharisma bukan kampus yang paling besar di Sukabumi. Tapi ia adalah kampus yang tahu betul apa yang ingin diraih, dan tidak menunggu kondisi sempurna untuk mulai bergerak. Iman, ilmu, mental tangguh, dan kemampuan bahasa adalah bekal yang ditanamkan, selebihnya diserahkan kepada mahasiswa untuk menentukan nasib mereka sendiri.

 

Itulah makna kampus yang sesungguhnya.  Bravo Kharisma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *