CIANJUREKSPRES.ID – Kepala desa di Kabupaten Cianjur mengaku resah karena tunjangan yang bersumber dari bantuan provinsi (banprov) maupun pemerintah kabupaten belum cair.
“Tunjangan (dari,red) provinsi belum masuk ke RKUDes (Rekening Kas Umum Desa) sampai saat ini, begitupun juga tunjangan dari kabupaten,” ujar salah seorang kepala desa yang enggan disebutkan namanya kepada Cianjur Ekspres, Selasa 17 Maret 2026.
Menurutnya, tunjangan untuk perangkat desa dan BPD tersebut pencairannya biasanya per triwulan. Namun sampai saat ini belum ada yang masuk ke RKUDes.
Sementara itu, Kepala Bidang Administrasi Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur, Dendi Rinaldi, mengungkapkan, bahwa penghasilan tetap (Siltap) untuk perangkat desa sudah disalurkan semuanya ke rekening kas desa dari Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Cianjur pada Senin 16 Maret 2026.
“Untuk Siltap hari Senin sore sudah disalurkan semuanya ke rekening kas desa dari BKAD. Jadi progresnya memang ada sedikit keterlambatan, tapi alhamdulilah selesai. Semua Siltap bulan ini sudah disalurkan ke rekening kas desa,” katanya saat dikonfirmasi Cianjur Ekspres.
“Mungkin proses berikutnya dari kas desa ke rekening masing-masing. Kelihatannya kalau saya pantau tadi malam, sudah banyak desa-desa juga yang mentransferkan ke rekening kepala desa maupun perangkat,” sambung Dendi.
Hanya saja kata Dendi, bahwa yang saat ini masih berproses di beberapa desa terkait dengan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap 1 yang didalamnya memang ada tunjangan untuk perangkat, kepala desa dan juga BPD. Dia menegaskan bahwa perihal pencairan bukan di DPMD melainkan di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).
“Kalau saya pantau kemarin sebetulnya sudah tidak ada masalah, dan sudah secara bertahap OP (operasional) juga sudah masuk ke rekening kas desa. Hari ini seharusnya selesai, bahkan mungkin kemarin juga seharusnya sudah selesai,” katanya.
Dia mengatakan hal ini bukan keterlambatan, karena berbicara ADD biasanya bulan April baru mulai diajukan.
“Karena sekarang lebarannya di Maret, jadi desa-desa memang mengajukan lebih awal di Maret,” ucapnya.
“Kemarin kalau tidak salah sudah kurang lebih 18 atau 20 kecamatan sudah masuk ke rekening kas desa masing-masing. Tinggal mungkin proses pemindahan anggaran dari rekening kas desa,” ujar Dendi menambahkan.












