CIANJUREKSPRES.ID– Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Enggano, Bengkulu, pada Minggu (9/8/2026) malam. Berdasarkan hasil analisis terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut memiliki magnitudo 4,0.
Gempa terjadi pada pukul 22.35.20 WIB. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,9 Lintang Selatan dan 102,72 Bujur Timur. Lokasi tersebut berada sekitar 79 kilometer tenggara Enggano, Bengkulu, dengan kedalaman hiposenter mencapai 53 kilometer.
Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengidentifikasi gempa tersebut sebagai gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas subduksi. Aktivitas tersebut terjadi akibat pergerakan lempeng tektonik di bawah permukaan bumi.
Getaran gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di sejumlah wilayah. Di antaranya Belalau, Lampung Barat, serta Krui dan Pesisir Barat. Berdasarkan laporan yang diterima BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas II hingga III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Pada skala tersebut, getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Sebagian masyarakat merasakan getaran seperti adanya kendaraan berat atau truk yang sedang melintas di sekitar lokasi.
Meski getaran dirasakan di beberapa wilayah, hingga laporan BMKG tersebut disampaikan belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun dampak serius lainnya akibat gempa.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. Hingga pukul 22.55 WIB, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
Masyarakat di wilayah yang merasakan getaran diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Informasi mengenai perkembangan gempa dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk memastikan informasi terkait gempa bumi bersumber dari kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Informasi tersebut antara lain tersedia melalui situs resmi BMKG, kanal media sosial @infoBMKG, serta aplikasi resmi BMKG.
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga masyarakat perlu tetap meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan. Kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan memahami langkah-langkah keselamatan saat terjadi gempa, seperti berlindung di tempat yang aman, menjauhi bangunan yang berpotensi membahayakan, serta mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Sementara itu, BMKG akan terus memantau perkembangan aktivitas gempa di sekitar wilayah Enggano dan daerah lainnya. Masyarakat diminta mengikuti pembaruan informasi resmi apabila terdapat perkembangan lebih lanjut mengenai aktivitas kegempaan tersebut.












