CIANJUREKSPRES.ID – Pada H-2 Hari Raya Idul Fitri 2026, sejumlah warga di Kabupaten Cianjur terpaksa menggunakan kayu bakar untuk memasak akibat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram (kg).
Salah satunya terjadi di Kecamatan Sindangbarang, di mana kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut sudah terjadi sejak Senin 16 Maret 2026 lalu.
Warga Kampung Bojonggede RT 01/RW 02, Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Rusmana (35) mengatakan, dia telah menggunakan kayu bakar untuk memasak kurang lebih sudah empat hari setelah gas elpiji 3 kg sulit didapatkan.
“Di rumah kami dan beberapa warga di kampung pakai kayu bakar untuk masak berbuka puasa dan sahur,” katanya saat dihubungi Cianjur Ekspres, Kamis 19 Maret 2026.
Menurutnya gas elpiji 3 kg sudah tidak ada dijual di warung sekitar sejak Senin 16 Maret 2026 lalu.
Selain itu, jika biasanya harga gas elpiji 3 kg berkisar Rp22 ribu, kini harganya pun mencapai Rp26 ribu.
“Terakhir beli harganya pun sudah Rp26 ribu, padahal gas elpiji 3 kg harga normalnya Rp22 ribu,” katanya.
Rusmana mengatakan, berdasarkan keterangan pemilik warung gas elpiji 3 kg tersebut baru akan diterima pada H+2 Idul Fitri 2026.
“Kalau kata beberapa warung penjual gas elpiji 3 kg, stoknya akan ada lagi dua hari setelah Hari Raya Idul Fitri nanti. Padahal warga sangat butuh buat masak, baik selama puasa apalagi sebentar lagi Lebaran,” katanya.
Dia menambahkan, dirinya terpaksa harus mencari kayu kabar ke kebun setiap hari, agar keluarganya tetap bisa masak untuk buka puasa dan sahur.
“Harapan kami pemerintah bisa segera mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kg, masa setiap tahun setiap mau Lebaran selalu sulit, dan harus pakai kayu bakar,” katanya.












