Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Kawasan Pendidikan di Desa Sindanglaya Cipanas

Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, sekolah, dan komunitas lingkungan menggelar pertemuan dan diskusi terkait pengelolaan sampah dan perilaku penyampah.
Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, sekolah, dan komunitas lingkungan menggelar pertemuan dan diskusi terkait pengelolaan sampah dan perilaku penyampah.(SUB DAS Cikundul)

CIANJUREKSPRES.ID – Pemerintah Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, sekolah, dan komunitas lingkungan menggelar pertemuan dan diskusi terkait pengelolaan sampah dan perilaku penyampah. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Desa Sindanglaya, Rabu 21 Januari 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 9 Kepala Sekolah Sekolah Dasar (SD), 3 Kepala Sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Kepala Sekolah Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berada di wilayah Desa Sindanglaya.

Kepala Desa Sindanglaya, Nyanyang Kurnia Sanusi, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan sampah desa, khususnya yang bersumber dari kawasan pendidikan.

“Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membentuk kebiasaan dan karakter peduli lingkungan sejak dini,” katanya.

Koordinator SUB DAS Cikundul, Herry Trijoko, mengatakan, dalam forum tersebut, dibahas berbagai tantangan dan peluang pengelolaan sampah sekolah, mulai dari perubahan perilaku warga sekolah hingga penguatan sistem pengelolaan dari sumbernya.

“Salah satu tujuan utama kegiatan ini adalah membangun pendekatan pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi/pendidikan, komunitas, dunia usaha, dan media, dalam upaya mewujudkan desa mandiri dalam pengelolaan sampah dan limbah,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam kesepakatan awal forum, kawasan sekolah ditetapkan sebagai titik masuk perubahan, dengan harapan nilai dan kebiasaan yang dibangun di sekolah dapat dibawa oleh peserta didik dan pendidik ke lingkungan rumah dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, para pihak berharap terbangun langkah bersama yang berkelanjutan untuk menjadikan Desa Sindanglaya sebagai contoh pengelolaan sampah berbasis pendidikan dan partisipasi masyarakat,” kata Herry.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *