Dinkes Garut Pastikan RSUD Limbangan Tidak Mangkrak, Ditargetkan Beroperasi 2028

Dinkes Garut Pastikan RSUD Limbangan Tidak Mangkrak, Ditargetkan Beroperasi 2028
Dinkes Garut Pastikan RSUD Limbangan Tidak Mangkrak, Ditargetkan Beroperasi 2028.(istimewa)

CIANJUREKSPRES.ID – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Limbangan, Kabupaten Garut dipastikan tidak mangkrak.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut menegaskan bahwa RSUD Limbangan tetap ditargetkan beroperasi pada 2028, meskipun di tahun ini tidak ada kelanjutan pembangunan fisik akibat kebijakan efisiensi anggaran.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Yodi Sirojudin, menjelaskan, pembangunan RSUD Limbangan telah dimulai sejak 2020 dan sejak awal direncanakan melalui sejumlah tahapan. Menurutnya, kesiapan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian bangunan, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan alat kesehatan dan sumber daya manusia.

“RSUD Limbangan tidak mangkrak. Pembangunannya dimulai sejak 2020 dan direncanakan mulai beroperasi diupayakan pada 2028. Karena untuk mengoperasikan rumah sakit bukan hanya persoalan fisik, tetapi juga harus mempersiapkan SDM,” kata Yodi, Jumat 7 Agustus 2026.

Dia mengatakan, kelanjutan pembangunan fisik sebenarnya telah direncanakan pada tahun ini. Namun tidak dapat direalisasikan karena adanya efisiensi anggaran. Sehingga kegiatan di RSUD Limbangan sepanjang tahun ini hanya difokuskan pada pemeliharaan, perawatan bangunan, serta penjagaan aset.

“Tadinya tahun 2026 akan ada pembangunan lanjutan, tetapi karena ada efisiensi akhirnya tidak ada. Selama 2026 hanya pemeliharaan dan perawatan biasa, termasuk penjagaan,” tutur Yodi.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa pembangunan fisik yang belum selesai direncanakan kembali dilanjutkan pada 2027 untuk mengejar target operasional rumah sakit pada 2028.

“Di 2027 tetap direncanakan ada pembangunan fisik yang belum selesai, karena targetnya kami upayakan di 2028 harus sudah mulai operasional,” kata Yodi.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan RSUD Limbangan mulai beroperasi dalam kondisi fasilitas yang belum sepenuhnya sempurna. Pengoperasian nantinya akan disesuaikan dengan kondisi fisik bangunan serta kesiapan fasilitas pelayanan yang tersedia.

“Selesai atau tidak seluruhnya, tahun 2028 kita persiapkan untuk operasional. Walaupun mungkin belum sempurna karena pada 2026 tidak ada pembangunan, nanti disesuaikan dengan situasi dan kondisi fisik bangunan,” ujar Yodi.

Secara umum, sejumlah fasilitas utama untuk pelayanan kesehatan disebut telah selesai. Sedangkan fasilitas penunjang masih perlu diselesaikan, seperti ruang jenazah, instalasi gizi, laundry, ruang sterilisasi, serta sejumlah toilet.

“Kalau ruangan pelayanan secara umum sudah selesai, tinggal perapihan dan memfungsikan. Yang belum selesai secara fisik terutama ruang-ruang penunjang seperti ruang mayat, gizi, laundry, sterilisasi, dan beberapa fungsi toilet,” papar Yodi.

Selain penyelesaian bangunan, tantangan terbesar menjelang operasional RSUD Limbangan adalah pemenuhan sumber daya manusia. Meskipun sebagian peralatan medis telah tersedia, termasuk tempat tidur pasien.

“Alat-alat medis sebagian sudah ada, seperti bed. Justru yang paling berat adalah SDM, terutama dokter spesialis,” katanya.

Yodi mengatakan persoalan pemenuhan tenaga kesehatan semakin menantang karena adanya kebijakan yang membatasi penambahan pegawai ASN. Karena itu, Dinas Kesehatan harus mengoptimalkan tenaga yang sudah ada tanpa mengganggu pelayanan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

“Kita harus memberdayakan SDM yang ada dan menyesuaikan dengan kondisi yang tersedia, tetapi jangan sampai mengganggu pelayanan di tempat lain,” katanya.

Yodi mengatakan, pembangunan RSUD Limbangan merupakan salah satu proyek strategis daerah Kabupaten Garut, dan dalam proses pembangunannya juga mendapatkan pendampingan dari aparat penegak hukum, yakni Kejaksaan Negeri Garut.

“Pendampingan dilakukan agar setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai aturan serta dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *