CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengingatkan potensi hujan lebat akan turun di sejumlah wilayahnya, dan meminta masyarakat waspada.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, mengatakan memasuki awal tahun 2026 sebagian besar wilayah Cianjur masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
“Bahkan, berdasarkan peringatan dini cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Jawa Barat, khusus Cianjur diperkirakan hujan masih akan turun,” katanya, Jumat 20 Februari 2026.
Dalam peringatan dini cuaca tersebut lanjut dia, potensi hujan lebat dengan status waspada akan terjadi hingga Minggu 22 Februari 2026.
“Beberapa hari terakhir wilayah Cianjur memang masih diguyur hujan, dan tidak ada laporan adanya bencana alam, longsor atau pergerakan tanah,” katanya.
Meski demikian, Asep meminta masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan adanya potensi bencana alam terutama di beberapa wilayah yang sering terjadi tanah longsor, pergerakan tanah dan banjir.
“Pemkab Cianjur juga telah menetapkan status siaga bencana beberapa waktu lalu, dan masih berlaku hingga awal April 2026 mendatang,” katanya.
Asep menambahkan, pihaknya juga telah menyiagakan sejumlah personil, dan sejumlah unit kendaraan serta perlengkapan penanganan bencana alam.
“Personil kami yang siaga juga terus berkoordinasi dan memantau informasi melalui Relawan Tangguh Bencana Alam (Retana) di seluruh desa di Cianjur. Sehingga apabila terjadi sesuatu yang tak diinginkan personil langsung bergerak,” pungkasnya.












