BPBD Canjur Segera Koordinasi dengan Pihak Terkait Soal Dentuman Misterius di Cipanas

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)
Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat.(Cianjur Ekspres/Fauzi Noviandi)

CIANJUREKSPRES.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur segera berkoordinasi dengan pihak terkait soal dentuman misterius di wilayah Cipanas.

Seperti diketahui sejumlah warga di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur telah dua kali mendengar suara dentuman misterius disertai cahaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, suara dentuman itu pertama terjadi pada Senin 5 Januari 2025, lalu dentuman kedua Kamis 8 Januari 2026.

Fenomena yang membuat sejumlah warga sekitar khawatir tersebut pun sempat terekam kamera CCTV dan beredar di media sosial.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sudrajat, menyebutkan, dirinya mengetahui fenomena alam tersebut dari media sosial, dan belum menerima laporan langsung dari warga serta pemerintah desa setempat.

“Laporan langsung dentuman misterius, hingga dampaknya sejauh ini belum ada. Tapi kita sudah menayakannya dengan pemerintah setempat,” katanya, Minggu 11 Januari 2026.

Selain itu Asep mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan intansi terkait, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal fenomena alam tersebut.

“Kami pun, telah berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas pemerintah desa setempat, hingga kecamatan untuk melaksanakan ronda malam,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan tetap tenang serta tidak mudah terpengaruhi informasi palsu atau yang tak bisa dipertanggungjawakan. Namun selalu waspada dengan potensi bencana alam.

“Masyarakat tetap waspada saja, dan apabila terjadi sesuatu atau kebencanaan agar langsung melapor ke BPBD, atau pihak terkait,” katanta.

Sementara itu, Kepala BMKG Jabar Teguh Rahayu menjelaskan, berdasarkan data yang terhimpun tidak ada akitivitas kegempaan dan petir yang tercatat di daerah tersebut.

“Kejadian tersebut bisa, diakibatkan dari aktivitas buatan manusia. Data kami jelas tidak ada aktivitas, dan menelusuri bukan tupoksi BMKG,” katanya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *