CIANJUREKSPRES.ID- Aksi demonstrasi yang digelar kelompok Aliansi Topi Jerami di depan Pendopo Kabupaten Indramayu pada Kamis, 7 Mei 2026 menjadi sorotan publik setelah video aksi tersebut viral di media sosial.
Dalam aksi itu, massa demonstran melempar puluhan hingga ratusan ekor ular ke arah petugas keamanan dan area gerbang utama pendopo. Situasi sempat memanas hingga membuat aparat keamanan mundur dan berlarian menghindari ular yang dilepaskan oleh massa aksi.
Aksi unik sekaligus menegangkan tersebut dipicu kekecewaan demonstran karena Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tidak hadir untuk menemui massa dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan di Indramayu, khususnya terkait isu lingkungan dan penanganan sampah. Demonstran menilai kondisi di lapangan tidak sesuai dengan data yang tercantum dalam LKPJ atau Laporan Keterangan Pertanggungjawaban pemerintah daerah.
Selain pelemparan ular, suasana di lokasi juga sempat diwarnai aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan ketika demonstran mencoba masuk untuk menemui anggota DPRD.
Video detik-detik ular dilepaskan dari wadah ke depan gerbang pendopo kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Aksi tersebut langsung menarik perhatian warganet dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya.
Meski sempat memicu ketegangan, situasi akhirnya berhasil dikendalikan aparat keamanan yang berjaga di lokasi demonstrasi.***












