CIANJUREKSPRES.ID – Dedikasi tak biasa ditunjukkan seorang anggota kepolisian di Kabupaten Cianjur. Di sela tugasnya menjaga keamanan, Bripka Bayu Angga Kusumanegara justru menyempatkan diri menjadi guru sukarela bagi anak-anak di pelosok desa.
Bhabinkamtibmas Polsek Mande Polres Cianjur tersebut rutin mengajar di Madrasah MI Al-Jihad, Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja, Kecamatan Mande. Kegiatan itu merupakan bagian dari program Police Goes to School yang telah ia jalankan sejak 2022.
Bayu mengungkapkan, keputusannya terjun langsung mengajar dilatarbelakangi minimnya tenaga pendidik di sekolah tersebut. Terlebih, lokasi sekolah berada di wilayah desa binaannya, sehingga ia merasa terpanggil untuk membantu.
“Awalnya karena kekurangan guru di sana, dan itu juga masuk desa binaan saya. Jadi saya berinisiatif untuk ikut membantu proses belajar mengajar,” ujarnya kepada wartawan, belum lama ini.
Perjalanan menuju lokasi bukan perkara mudah. Dari Mapolsek Mande, dia harus menempuh waktu hampir dua jam dengan medan jalan yang cukup menantang. Meski begitu, hal tersebut tidak mengurangi semangatnya untuk berbagi ilmu kepada para siswa.
Dalam kondisi normal, Bayu mengajar dua kali dalam sepekan. Namun, jadwal tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan tugas dinasnya sebagai anggota kepolisian.
“Kalau ada tugas pengamanan atau piket, terpaksa tidak bisa mengajar. Tapi kalau ada waktu, saya usahakan tetap datang,” ujarnya.
Sebanyak 33 siswa di madrasah tersebut kini merasakan langsung manfaat dari kehadiran Bayu. Ia mengajarkan dasar-dasar Bahasa Inggris sebagai bekal tambahan bagi para siswa agar tidak tertinggal dari sekolah lain.
Di sisi lain, sekolah tersebut masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal fasilitas. Salah satunya belum tersedianya sarana mandi, cuci, kakus (MCK) yang memadai bagi para siswa.
“Memang masih banyak kekurangan, terutama fasilitas seperti MCK yang belum tersedia,” ungkapnya.
Meski demikian, perlahan kondisi sekolah mulai menunjukkan perkembangan. Bayu menyebutkan, sebelumnya sekolah tersebut bahkan belum memiliki akses listrik. Kini, berkat dukungan dari pimpinan Polres Cianjur, listrik telah terpasang dan bisa digunakan untuk menunjang kegiatan belajar.
“Alhamdulillah sekarang sudah ada listrik. Sebelumnya memang belum ada, tapi sudah dibantu oleh pimpinan,” katanya.
Dia berharap, upaya sederhana yang dilakukannya dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di wilayah tersebut.
“Semoga anak-anak di sini tetap punya kesempatan yang sama untuk berkembang. Walaupun di pelosok, minimal mereka sudah mengenal Bahasa Inggris,” pungkasnya.












