CIANJUREKSPRES.ID – Sejumlah bencana alam menerjang beberapa desa di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur pada Minggu 5 April 2026 lalu. Percepatan penanganan pun terus dan sudah dilakukan bersama dengan instansi terkait.
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengungkapkan, bencana tanah longsor yang terjadi di dua titik di Desa Kanoman sempat mengakibatkan akses jalan kabupaten tertutup material tanah dan menghambat mobilitas warga. Setelah dilakukan pembersihan oleh BPBD dan Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, akses jalan tersebut telah kembali normal serta dapat dilalui.
Selain longsor, juga terjadi bencana banjir di Kampung Cijeblog, Desa Peuteuycondong akibat meluapnya saluran air. Penanganan lanjutan dilakukan oleh Dinas PUTR Kabupaten Cianjur melalui normalisasi saluran untuk mengurangi genangan sekaligus mencegah potensi banjir susulan.
Berdasarkan hasil inventarisasi lapangan, sejumlah desa lainnya juga terkena bencana. Antara lain di Desa Karangnunggal, tanah longsor menutup akses jalan desa Cibeunying–Cihurip sepanjang kurang lebih 35 meter di Kampung Cihurip. Lalu ambruknya tanah penahan jalan di ruas Jalan Parabon–Cibule, Kampung Pasir Jangkung, serta longsor sepanjang 15 meter di Jalan Desa Parabon–Cibule, Kampung Cibule yang membatasi akses kendaraan.
Kemudian di Desa Cimanggu, badan Jalan Bolang di Kampung Pasir Ibrahim ambruk akibat gerusan Sungai Cikondang. Sementara itu di Desa Mayak, sebuah jembatan jalan lingkungan roboh dan telah ditangani secara swadaya oleh masyarakat dengan membangun jembatan darurat dari bambu.
Adapun di Desa Cibaregbeg, kapasitas gorong-gorong di Jembatan Jalan Nanggeleng, Kampung Tarengtong, dinilai tidak memadai sehingga berpotensi menimbulkan luapan air saat debit meningkat .
“Sejumlah kejadian tersebut berdampak pada terganggunya mobilitas warga serta aktivitas perekonomian, sehingga memerlukan penanganan lanjutan berupa perbaikan drainase, pembangunan turap atau bronjong, serta peningkatan kapasitas infrastruktur jalan dan jembatan,” kata Ardian, Rabu 15 April 2026.
Hari ini, Pemerintah Kecamatan bersama instansi terkait melakukan kegiatan monitoring sekaligus pembersihan dan pengerukan material longsor di ruas Jalan Desa Cibeunying–Cihurip sebagai bagian dari upaya pemulihan akses masyarakat secara optimal.
Ardian pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Warga diharapkan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, serta rutin memelihara selokan, drainase, dan saluran air agar tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk menanam pohon serta tanaman yang dapat menahan air dan tanah, khususnya di wilayah yang rawan longsor, sebagai upaya mitigasi bencana secara berkelanjutan,” katanya.
“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem,” sambung Ardian.












