CIANJUREKSPRESID – Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-2, Edelweiss Hospital Cianjur resmi meluncurkan ajang olahraga tahunan bertajuk Edelweiss Running Festival (ERF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September mendatang.
Peluncuran event tersebut diawali melalui rangkaian Road to ERF 2026 yang dikemas dalam agenda soft launching sekaligus pembukaan penjualan tiket tahap early bird bagi masyarakat.
Tak sekadar menjadi ajang olahraga, ERF 2026 juga mengusung misi untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus menggerakkan perekonomian lokal, khususnya pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur.
Direktur Edelweiss Hospital Cianjur, dr. NR Ratih Rustiati, mengatakan, pelaksanaan tahun ini merupakan pengembangan dari kesuksesan event sebelumnya yang diikuti lebih dari 1.500 peserta.
“Berkaca dari tahun 2025, kami berkomitmen meningkatkan standar penyelenggaraan yang lebih profesional dan sistematis. Fokus kami pada keamanan rute dan pengalaman lari yang lebih berkualitas,” katanya, saat press conference di Rumah Sakit Edelweiss Kabupaten Cianjur, Sabtu 11 April 2026.
Sementara itu, CEO Edelweiss Hospital Cianjur, Virta Dinas Catur Diputra, mengaku bangga dapat terlibat dalam pengembangan festival tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas peran layanan kesehatan di masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya hadir sebagai rumah sakit, tetapi juga berkontribusi dalam aspek pencegahan, promosi kesehatan, hingga rehabilitasi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini pihaknya akan melakukan sejumlah peningkatan, mulai dari sisi operasional hingga pengalaman peserta.
“Pertama, kami akan memperkuat health first operation, memastikan kesiapan tim medis dan keamanan di lapangan. Kedua, menerapkan smarter risk management melalui digitalisasi dan pengaturan alur yang lebih baik. Ketiga, meningkatkan participant experience, mulai dari pengambilan race pack hingga suasana expo yang lebih meriah,” katanya.
Ketua Pelaksana ERF 2026, dr. Alief Leisyah, mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai pembenahan dari sisi teknis penyelenggaraan, termasuk standar keselamatan dan manajemen risiko.
“Tahun ini kami tingkatkan standar safety, manajemen lari, risk management, dan juga pengalaman peserta agar lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Dia menjelaskan, penjualan tiket telah dimulai sejak pekan lalu melalui tahap Super Early Bird dengan antusiasme yang cukup tinggi dari masyarakat.
“Untuk Super Early Bird kemarin kami pilih peserta tertentu dengan harga Rp99 ribu untuk kategori 5 km maupun 10 km. Antusiasmenya luar biasa, bahkan banyak yang langsung membagikan pengalaman mereka di media sosial,” katanya.
Saat ini, penjualan telah memasuki tahap Early Bird dengan harga Rp215 ribu untuk kategori 5 km dan Rp295 ribu untuk kategori 10 km, yang dibuka selama tiga pekan atau hingga kuota terpenuhi.
“Kuotanya terbatas, sekitar 900 peserta. Jadi kami imbau masyarakat untuk segera mendaftar karena biasanya cepat habis,” katanya.
Selain kategori umum 5 km dan 10 km untuk putra dan putri, pihaknya juga menghadirkan kategori baru khusus tenaga kesehatan sebagai bentuk apresiasi terhadap profesi tersebut.
“Ya karena kan kami di fasilitas kesehatan gitu. Jadi kami ingin tenaga kesehatan tidak hanya menjaga kesehatan orang lain, tapi juga menjaga kesehatan diri sendiri melalui gaya hidup aktif,” katanya
Dia menambahkan, ke depan pihaknya juga akan menghadirkan kategori spesial yang akan diumumkan pada waktu mendatang.
“Mungkin bulan depan bakal ada sesuatu yang kemungkinan baru pertama kali di Cianjur. Tapi saya gak bisa spill di sini, pokoknya ditunggu saja,” katanya.
Salah satu peserta ERF 2025, Chandra, menilai ajang ini bukan sekadar perlombaan lari, melainkan gerakan yang mampu menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat.
“Ini bukan hanya soal lari, tapi bagaimana olahraga bisa membentuk kesadaran, kedisiplinan, dan menjadi gaya hidup,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan UMKM serta adanya hiburan seperti mini konser di garis akhir juga menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
“Event ini jadi wadah kolaborasi antara olahraga dan ekonomi lokal, sekaligus mempererat komunitas,” katanya.
Melalui semangat #LebihTenangBersamaEdelweiss, pihaknya ingin menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
++++++++++
Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
CIANJUREKSPRES.ID – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat Erwan Setiawan melantik 39 anggota Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Provinsi Jabar periode tahun 2026-2031, di Aula Agus Gustiar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jabar Jalan Asia Afrika No 146 Kota Bandung, Kamis (9/4).
Ke-39 orang yang dilantik dan diambil sumpahnya terdiri dari 33 anggota BPSK Jabar periode 2026-2031 dan 6 anggota Pengganti Antar Waktu (PAW). Mereka berasal dari sejumlah daerah di Jabar.
Erwan menyebut BPSK memiliki peran sangat penting dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada masyarakat pada sektor perdagangan.
“Perannya juga merangkul masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan menyelesaikan pengaduan sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.
Adapun anggota BPSK yang dilantik ini berasal dari perwakilan Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Cianjur.
Erwan meminta kepada seluruh anggota agar bekerja profesional dan proaktif dalam mendengarkan keluhan masyarakat.
“Ciptakan iklim usaha yang kondusif dengan memberikan rasa tenang, baik bagi konsumen maupun pelaku usaha,” tambah Erwan.
Menurutnya, citra yang diciptakan BPSK akan berpengaruh terhadap citra Pemda Provinsi Jabar. Untuk itu, Erwan meminta agar BPSK Jabar menghadirkan citra positif melalui pelayanan prima kepada masyarakat.
“Jika BPSK hebat maka Pemprov Jabar akan mendapat citra positif. Sebaliknya, jika lalai, maka Pemprov pun akan terdampak negatif,” katanya.
Adapun tugas utama BPSK adalah menangani sengketa konsumen dengan pelaku usaha diluar peradilan hukum. Lembaga pemerintah yang dibentuk berdasarkan UU No 8 Tahun 1999 tersebut menangani kasus melalui mediasi, arbitrase, dan konsiliasi.(jabarprov.go.id)
+++++++
Calon Jemaah Haji Cianjur Jalani Pemeriksaan Kesehatan
CIANJUREKSPRES.ID – Calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur.
Para calon jemaah haji selain menjalani pemeriksaan kesehatan, juga akan mendapatkan vaksinasi .
“Ini merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan haji untuk calon jemaah tahun 2026. Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan sekaligus pemberian vaksinasi yang menjadi salah satu syarat keberangkatan,” ujar Ketua Tim Kerja Surveilen Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Cianjur, Faizal Ali Akbar.
Dia mengungkapkan, tercatat sebanyak 73 calon jemaah haji telah mengikuti proses pemeriksaan dan dijadwalkan menjalani vaksinasi pada hari yang sama.
“Kita lakukan pemeriksaan ulang atau screening. Jemaah yang benar-benar dalam kondisi sehat akan langsung diberikan vaksinasi. Alhamdulillah, sejauh ini kondisi jemaah terlihat sehat dan diharapkan seluruh proses vaksinasi berjalan lancar,” kata Faizal.
Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat beberapa jenis vaksin yang diberikan kepada calon jemaah haji, baik yang bersifat wajib maupun anjuran.
“Untuk vaksinasi, yang wajib itu meningitis dan polio. Sedangkan yang dianjurkan adalah influenza. Namun jika ada jemaah yang belum memiliki riwayat vaksin COVID-19, maka hari ini juga kita berikan vaksin tersebut,” jelas Faizal.
“Setelah divaksin, jemaah harus tetap menjaga kebugaran. Nanti juga akan ada program kebugaran yang kemungkinan dilaksanakan melalui Puskesmas atau dijadwalkan bersama Kementerian Agama,” sambungnya.
Faizal mengatakan, pihaknya juga melakukan tes khusus bagi wanita usia subur sebagai langkah kewaspadaan dini terhadap kondisi kesehatan tertentu.
“Rata-rata jemaah kita lansia. Untuk masa berlaku vaksin, meningitis berlaku selama tiga tahun, influenza satu tahun, dan polio seumur hidup,” katanya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, menegaskan bahwa seluruh proses vaksinasi tidak dipungut biaya karena telah difasilitasi oleh pemerintah.
“Tidak ada pungutan biaya karena ini merupakan fasilitas dari pemerintah. Untuk vaksin influenza memang tidak wajib, tapi sangat kami anjurkan karena perbedaan cuaca di sana cukup ekstrem,” katanya.
Emma juga menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah telah mengikuti vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan. Hanya beberapa jemaah yang tidak hadir karena telah melakukan vaksinasi di daerah lain.
“Mayoritas sudah mengikuti. Ada dua jemaah yang sudah vaksin di Bandung karena domisili, selebihnya dilakukan di sini,” ujarnya.
Dia juga mengimbau agar seluruh calon jemaah menjaga kesehatan menjelang keberangkatan, termasuk rutin berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik.
Setelah tahapan vaksinasi, calon jemaah masih akan menjalani tes kebugaran di Puskesmas masing-masing sebelum keberangkatan.
“Secara keseluruhan persiapan hampir 100 persen. Tinggal tes kebugaran dan menunggu jadwal keberangkatan pada 17 Mei mendatang,” kata Emma.
Diketahui, usia jemaah tertua tahun ini mencapai 93 tahun, sementara yang termuda berusia 35 tahun.
++++++
Dukung Ekosistem Kampus, bank bjb dan LLDIKTI IV Resmikan Sinergi Strategis
CIANJUREKSPRES.ID – bank bjb memperkuat komitmennya dalam memperluas kolaborasi lintas sektor dengan menjalin kerja sama strategis bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten melalui penandatanganan Nota Kesepahaman.
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026 di Menara bank bjb dan menjadi tonggak penting dalam penguatan sinergi antara sektor perbankan dan pendidikan tinggi.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Konsumer & Ritel bank bjb Nunung Suhartini bersama Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen bank bjb dan LLDIKTI Wilayah IV sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi yang dibangun.
Dari bank bjb hadir Pemimpin Divisi Dana & Jasa Konsumer Maman, Pemimpin Divisi Kredit Ritel Rudy Purwadhi, CEO Regional I Iwan Prastyo, Pemimpin Kantor Cabang Sukajadi bank bjb Erni Rosniawaty, serta perwakilan Divisi Institutional & Wholesale Banking.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum. beserta jajarannya. Kerja sama ini merupakan bagian dari langkah strategis bank bjb dalam memperkuat peran sektor pendidikan sebagai mitra penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, sejak tahun 2024, LLDIKTI berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Saat ini terdapat 17 LLDIKTI yang tersebar di seluruh Indonesia dengan fungsi utama dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi. Sebelumnya, kerja sama serupa telah dilakukan antara bank bjb dengan LLDIKTI Wilayah III Jakarta dalam penyaluran tunjangan sertifikasi dosen sejak tahun 2024.
Melanjutkan keberhasilan tersebut, kini kerja sama diperluas dengan LLDIKTI Wilayah IV yang mencakup Jawa Barat dan Banten. LLDIKTI Wilayah IV memiliki peran strategis dalam memfasilitasi peningkatan kualitas perguruan tinggi serta memastikan keberlangsungan operasional yang efektif.
Upaya tersebut membutuhkan dukungan ekosistem keuangan yang kuat agar pengelolaan institusi pendidikan dapat berjalan optimal. Sinergi dengan bank bjb menjadi langkah konkret dalam mengintegrasikan layanan perbankan ke dalam tata kelola pendidikan tinggi yang lebih efisien dan transparan.
Ruang lingkup kerja sama mencakup penempatan dana dalam berbagai instrumen seperti giro, tabungan, deposito, serta dana pensiun melalui DPLK. Selain itu, kerja sama juga meliputi layanan pembayaran gaji dan berbagai bentuk tunjangan bagi tenaga pendidik dan pegawai.
bank bjb juga menyediakan fasilitas transaksi keuangan yang terintegrasi, termasuk layanan pembayaran dan penerimaan untuk mendukung operasional lembaga. Penyaluran fasilitas kredit bagi pegawai maupun Dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV turut menjadi bagian dari kerja sama ini.
Kerja sama ini juga membuka peluang dukungan tambahan untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta pengembangan aktivitas operasional di sektor pendidikan. Selain itu, kedua pihak akan melakukan upaya pemasaran bersama atas produk dan jasa yang dihasilkan guna meningkatkan nilai tambah dan jangkauan layanan.
Salah satu implementasi nyata dari kerja sama adalah penyaluran tunjangan sertifikasi dosen kepada tenaga pendidik yang telah memenuhi kualifikasi profesional. Pada tahun 2026, bank bjb menyalurkan tunjangan sertifikasi kepada 131 dosen yang tersebar di 44 perguruan tinggi di wilayah Jawa Barat dengan potensi peningkatan jumlah penerima di masa mendatang.
Selain itu, kerjasama ini berpotensi untuk dikembangkan lebih luas seperti penyaluran dana hibah penelitian hingga beasiswa mahasiswa. Melalui kerjasama ini, diharapkan penyaluran tunjangan sertifikasi dosen dapat dilakukan secara tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat jumlah dengan dukungan layanan digital perbankan yang semakin memudahkan transaksi.(*)
++++++++
Hendi Mulyana Resmi Nakhodai DPD PAN Cianjur, Siap Perkuat Soliditas dan Ekspansi Partai
CIANJUREKSPRES.ID – Pucuk pimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Cianjur resmi berganti. Jabatan Ketua kini resmi diemban oleh Hendi Mulyana, menggantikan Herlan Firmansyah untuk masa bakti mendatang.
Penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan dilakukan langsung oleh Sekretaris Jenderal DPP PAN, Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), kepada jajaran pengurus DPD PAN Kabupaten Cianjur.
Prosesi ini merupakan bagian dari agenda penyerahan SK serentak bagi DPD PAN se-Jawa Barat yang digelar di Hotel Novotel, Bandung, Senin 6 April 2026.
Komitmen Nakhoda Baru
Ketua DPD PAN Kabupaten Cianjur, Hendi Mulyana, menyampaikan rasa syukur dan menghatur terima kasih kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atas amanah dan kepercayaan yang telah di berikan sekaligus menegaskan kesiapan mengemban tanggung jawab besar ini.
”Alhamdulillah, hari ini SK telah kami terima langsung dari Sekjen DPP. Ini adalah amanah yang tidak ringan, namun harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan partai dan masyarakat Cianjur,” ujar Hendi saat dihubungi awak media.
*Strategi Intensifikasi dan Ekstensifikasi
Hendi memaparkan bahwa dalam waktu dekat, langkah prioritasnya adalah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh, mulai dari jajaran pengurus hingga kader di tingkat akar rumput (grassroots).
Mengenai komposisi kepengurusan, Hendi mengusung strategi kombinasi antara wajah lama dan baru:
1. Intensifikasi: Merangkul kader senior dan lama untuk menjaga struktur dan soliditas yang sudah ada.
2. Ekstensifikasi: Menghadirkan wajah-wajah baru untuk memperluas jangkauan partai dan menambah kekuatan elektoral PAN di Cianjur.
“Kami ingin membangun kebersamaan dengan merangkul semua pihak. Sinergi antara pengurus lama dan baru adalah kunci untuk memperkuat struktur partai ke depan, Hendi menyampaikan terima kasih pula kepada Wakil Ketua Umum DPP PAN, Eddy Soeparno yang selama ini telah menberikan dukungan dan bimbingan selama ini karena kita punya target menambah kursi DPRD dari 4 menjadi 6, 1 kursi DPRD Provinsi dan mempertahankan 1 kursi DPR RI,” tambahnya.
Persiapan Rakerda dan Pelantikan
Selanjutnya Hendi menegaskan bahwa jajarannya tengah bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah strategis pasca-terbitnya SK.
Fokus utama saat ini adalah koordinasi internal untuk menyusun program kerja lima tahun ke depan, serta fokus merampungkan relawan 1 orang 1 TPS.
”Koordinasi segera kami lakukan sebagai persiapan pelantikan serta Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Untuk jadwal pelantikan, kami tetap menunggu arahan dan koordinasi lebih lanjut dari DPW PAN Jawa Barat,” pungkas Kang Hendi sapaan akrabnya.(*)
+++++++
Baru 20,52 Persen, Realisasi Pajak Daerah Triwulan I/2026 di Cianjur Rp88 Miliar
CIANJUREKSPRES.ID – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur mencatat realisasi pajak daerah hingga Triwulan I Tahun 2026 periode Januari-Maret, baru mencapai 20,52 persen atau Rp88 miliar dari target Rp429 miliar.
Kepala Bidang Penagihan Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengungkapkan, sektor pajak reklame menjadi yang paling tinggi penyumbang pajak daerah pada triwulan I. Disusul oleh Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) meliputi makanan/minuman, tenaga listrik, perhotelan, parkir, dan hiburan. Kemudian Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
“Pajak reklame dari sisi realisasi paling tinggi, sudah di kisaran 50 persen,” katanya kepada Cianjur Ekspres, Kamis 9 April 2026.
Berdasarkan hasil realisasi pajak daerah Triwulan I 2026, Samudra mengatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya. Salah satunya kegiatan pelayanan pajak keliling (Pepeling) untuk melayani dan memudahkan masyarakat membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) akan kembali dilaksanakan.
“Karena sebentar lagi SPPT sudah selesai di cetak, dan sudah tersebar juga di 21 kecamatan,” katanya.
Selain itu, Bapenda Cianjur juga akan melakukan pengawasan terhadap sektor pajak hotel dan restoran. Termasuk juga menjadwalkan untuk penertiban dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak terutama dari sektor reklame.
“Nanti akan berlanjut lagi penertiban reklame,” kata Samudra.
Tak hanya itu, Bapenda juga terus melakukan pemutakhiran data dan memetakan potensi wajib pajak yang baru.
“Apalagi sekarang di Cianjur juga sudah ada beberapa hotel yang baru, juga menjadi potensi baru juga,” kata Samudra.
++++++
Pascagempa Bumi 5,6 M, Ratusan Siswa DTA di Cugenang Cianjur Masih Belajar di Gubuk Bambu
CIANJUREKSPRES.ID – Pasca gempa bumi berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 lalu, ratusan siswa Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) Sabilunajah Al Bariyah di Kampung Tanjakan, Desa Padaluyu, Kecamatan Cugenang, masih harus menjalani kegiatan belajar dalam kondisi serba terbatas.
Sampai saat ini, para siswa terpaksa belajar di bangunan darurat berupa gubuk bambu dengan dinding terpal dan ruang terbuka yang jauh dari kata layak. Sebagian lainnya bahkan menggunakan area sekitar tempat ziarah pemakaman sebagai ruang belajar karena keterbatasan fasilitas.
Kondisi tersebut membuat proses belajar mengajar kerap terganggu. Saat cuaca panas, ruang kelas menjadi sangat gerah karena minim perlindungan. Sementara ketika hujan turun, air kerap masuk ke dalam ruangan hingga menyebabkan genangan, memaksa kegiatan belajar dihentikan sementara.
Pemilik Yayasan DTA Sabilunajah Al Bariyah, Misbahudin, mengatakan bangunan madrasah yang sebelumnya digunakan hancur akibat gempa, sehingga pihaknya bersama warga berinisiatif membangun ruang belajar seadanya agar kegiatan tetap berjalan.
“Dulu kami punya bangunan madrasah serbaguna, tapi rusak berat saat gempa. Akhirnya sekarang belajar di tempat seadanya seperti ini,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan fasilitas yang memadai. Saat ini, hanya terdapat dua ruang darurat yang digunakan, yakni gubuk bambu dan area terbuka di sekitar makam.
“Kalau hujan, kegiatan terpaksa berhenti dulu karena air masuk. Anak-anak harus menepi sambil menunggu hujan reda,” katanya.
Dia menambahkan, jumlah siswa yang mencapai sekitar 170 orang membuat keterbatasan ruang semakin terasa. Bahkan, sekitar 100 siswa terpaksa menggunakan rumah pribadinya sebagai ruang belajar tambahan.
“Karena tidak cukup, sebagian siswa belajar di rumah saya. Itu pun seadanya,” katanya.
Meski dalam kondisi penuh keterbatasan, Misbahudin mengaku para siswa tetap menunjukkan semangat tinggi dalam mengikuti pembelajaran.
“Alhamdulillah anak-anak masih semangat, walaupun fasilitasnya sangat terbatas,” katanya.
Namun, dia menyayangkan hingga saat ini belum ada bantuan maupun tindak lanjut dari pemerintah, baik tingkat desa maupun daerah, terkait pembangunan kembali fasilitas belajar yang layak.
“Sudah hampir tiga tahun, tapi belum ada tanggapan atau bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru,” katanya.
Salah seorang siswa kelas 5, Rizki, mengaku sering merasa tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar di gubuk bambu tersebut. Dia menyebut kondisi panas dan kebocoran saat hujan menjadi hal yang sering dialami.
“Kalau siang panas dan gerah, kalau hujan suka basah karena air masuk ke dalam,” katanya.
Meski demikian, Rizki mengaku tetap senang bisa belajar dan berkumpul bersama teman-temannya setiap hari.
“Masih tetap semangat, karena bisa belajar dan ketemu teman-teman,” pungkasnya.












