CIANJUREKSPRES.ID – Calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur menjalani pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinas Kesehatan bersama dengan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Cianjur.
Para calon jemaah haji selain menjalani pemeriksaan kesehatan, juga akan mendapatkan vaksinasi .
“Ini merupakan rangkaian pemeriksaan kesehatan haji untuk calon jemaah tahun 2026. Hari ini kita melaksanakan pemeriksaan sekaligus pemberian vaksinasi yang menjadi salah satu syarat keberangkatan,” ujar Ketua Tim Kerja Surveilen Imunisasi dan Kesehatan Haji Dinkes Cianjur, Faizal Ali Akbar.
Dia mengungkapkan, tercatat sebanyak 73 calon jemaah haji telah mengikuti proses pemeriksaan dan dijadwalkan menjalani vaksinasi pada hari yang sama.
“Kita lakukan pemeriksaan ulang atau screening. Jemaah yang benar-benar dalam kondisi sehat akan langsung diberikan vaksinasi. Alhamdulillah, sejauh ini kondisi jemaah terlihat sehat dan diharapkan seluruh proses vaksinasi berjalan lancar,” kata Faizal.
Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat beberapa jenis vaksin yang diberikan kepada calon jemaah haji, baik yang bersifat wajib maupun anjuran.
“Untuk vaksinasi, yang wajib itu meningitis dan polio. Sedangkan yang dianjurkan adalah influenza. Namun jika ada jemaah yang belum memiliki riwayat vaksin COVID-19, maka hari ini juga kita berikan vaksin tersebut,” jelas Faizal.
“Setelah divaksin, jemaah harus tetap menjaga kebugaran. Nanti juga akan ada program kebugaran yang kemungkinan dilaksanakan melalui Puskesmas atau dijadwalkan bersama Kementerian Agama,” sambungnya.
Faizal mengatakan, pihaknya juga melakukan tes khusus bagi wanita usia subur sebagai langkah kewaspadaan dini terhadap kondisi kesehatan tertentu.
“Rata-rata jemaah kita lansia. Untuk masa berlaku vaksin, meningitis berlaku selama tiga tahun, influenza satu tahun, dan polio seumur hidup,” katanya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Cianjur, Emma Siti Fatimah, menegaskan bahwa seluruh proses vaksinasi tidak dipungut biaya karena telah difasilitasi oleh pemerintah.
“Tidak ada pungutan biaya karena ini merupakan fasilitas dari pemerintah. Untuk vaksin influenza memang tidak wajib, tapi sangat kami anjurkan karena perbedaan cuaca di sana cukup ekstrem,” katanya.
Emma juga menyampaikan bahwa sebagian besar jemaah telah mengikuti vaksinasi sesuai jadwal yang ditentukan. Hanya beberapa jemaah yang tidak hadir karena telah melakukan vaksinasi di daerah lain.
“Mayoritas sudah mengikuti. Ada dua jemaah yang sudah vaksin di Bandung karena domisili, selebihnya dilakukan di sini,” ujarnya.
Dia juga mengimbau agar seluruh calon jemaah menjaga kesehatan menjelang keberangkatan, termasuk rutin berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik.
Setelah tahapan vaksinasi, calon jemaah masih akan menjalani tes kebugaran di Puskesmas masing-masing sebelum keberangkatan.
“Secara keseluruhan persiapan hampir 100 persen. Tinggal tes kebugaran dan menunggu jadwal keberangkatan pada 17 Mei mendatang,” kata Emma.
Diketahui, usia jemaah tertua tahun ini mencapai 93 tahun, sementara yang termuda berusia 35 tahun.












