Puluhan Siswa Terdampak, BGN Hentikan Operasional SPPG Pondok Kelapa

CIANJUREKSPRES.ID- Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan permohonan maaf atas insiden keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya bertanggung jawab penuh atas kejadian tersebut, termasuk menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Kami menyampaikan permohonan maaf dan akan menanggung biaya pengobatan para korban,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).

Sebagai langkah cepat, BGN juga menghentikan sementara operasional SPPG Pondok Kelapa. Penutupan dilakukan karena fasilitas dapur, termasuk tata letak dan sistem pengolahan limbah, dinilai belum memenuhi standar keamanan pangan.

Insiden ini bermula dari laporan pihak sekolah pada Kamis (2/4), terkait sejumlah siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Menu yang disajikan saat itu antara lain spaghetti bolognese, bola daging, olahan telur tahu, sayuran, serta buah stroberi. Hingga saat ini, jumlah korban terdampak tercatat sebanyak 60 orang dan seluruhnya telah mendapatkan penanganan medis dengan kondisi berangsur membaik.

BGN menduga kejadian ini dipicu oleh makanan yang tidak lagi dalam kondisi segar akibat jeda waktu antara proses memasak dan konsumsi yang terlalu lama.

Pihak BGN menegaskan akan memperketat pengawasan ke depan guna memastikan standar keamanan pangan tetap terjaga dan mencegah kejadian serupa terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *