CIANJUREKSPRES.ID – Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur berencana menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan mengundang Hiswana Migas, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Barat, dan Diskumdagin terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram pekan ini.
Hal tersebut ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Cianjur, Aziz Muslim, merespon keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di Kabupaten Cianjur.
“Dipastikan antara hari Rabu dan Kamis,” katanya kepada wartawan, Minggu 5 April 2026.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut nantinya ingin mengetahui apa yang menjadi kendala sehingga terjadinya kelangkaan. Apakah karena dampak dari perang di Timur Tengah atau karena ada kebijakan dari Pusat.
“Nanti kita akan mengajak Diskumdagin untuk turun ke lapangan ke agen-agen yang ada di Kabupaten Cianjur. Nanti setelah itu kita akan rumuskan solusinya seperti apa,” ucap Aziz.
Dia menegaskan, gas elpiji 3 kilogram saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat. Terlebih bagi di wilayah kota tidak bisa tergantikan oleh alternatif lain.
“Hari ini saya melihat di medsos, masyarakat banyak yang memosting mereka mengambil kayu bakar, meski itu menjadi alternatif, tapi menurut saya itu adalah sebuah sindiran kepada pemerintah, hari ini yang terjadi di masyarakat bahwa gas cukup langka,” tutur Aziz.
Intinya, kata Aziz, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk secepatnya memberikan solusi terkait persoalan kelangkaan gas.
“Seperti yang tadi saya sampaikan bawha terkait gas, sampai hari ini belum tergantikan meski ada isu bahwa nanti akan diganti dengan kompor listrik, menurut saya belum efektif untuk hari ini,” pungkasnya.












