CIANJUREKSPRES.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Asep Suherman, mendorong pelestarian budaya Sunda melalui kolaborasi pemerintah, komunitas dan masyarakat untuk menjaga eksistensi nilai, bahasa, serta kesenian tradisional seperti tarian dan Pencak Silat.
Komitmen Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut ditunjukkan dalam Program Sapa Warga Berbasis Budaya yang digelar di Lapang Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
“Pelestarian budaya ini penting dilakukan di tengah kemajuan teknologi dan modernisasi. Budaya merupakan identitas daerah yang harus tetap dijaga oleh masyarakatnya sendiri,” tegas Asep.
Dirinya pun mengapresiasi sanggar seni maupun paguron atau padepokan Pencak Silat di Kabupaten Cianjur yang telah menjaga dan mengembangkan tarian serta seni bela diri tradisional.
“Kegiatan ini merupakan inovasi baru DPRD Provinsi Jabar menyapa warga berbasis budaya. Saya menekankan pentingnya pendidikan karakter berbasis budaya bagi generasi muda,” kata Asep.
Lebih lanjut Asep menjelaskan, Program Sapa Warga Berbasis Budaya DPRD Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali ini bukan sekadar agenda seremonial. Melainkan bentuk komitmen nyata wakil rakyat, hadir untuk menyapa serta mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Suara maupun aspirasi masyarakat akan diteruskan hingga tingkat provinsi,” katanya.
Dalam program Sapa Warga Berbasis Budaya tersebut juga menampilkan upacara adat, tarian tradisional hingga pencak silat. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Paguron atau Padepokan Pencak Silat, yakni Paguron Jalak Sutra Maleber, Paguron Banteng Wulung Sukaresmi, Paguron Domas Putih Cibeber, Paguron Sariak Lanyung Cibeber, dan Paguron Gajah Putih Sarongge. Adapun upacara adat dibawakan oleh Sanggar Seni Utami.












