Tercatat Dua Kali, Gempa Sukabumi Dipicu Aktivitas Sesar Cimandiri

gempa sukabumi
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang memastikan gempa bumi magnitudo 4,2 yang berlokasi di Tenggara Kota Sukabumi akibat aktivitas sesar Cimandiri. (bmkg)

CIANJUREKSPRES.ID – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II Tangerang memastikan gempa bumi magnitudo 4,2 yang berlokasi di Tenggara Kota Sukabumi akibat aktivitas sesar Cimandiri.

Pasca gempa bumi utama, hingga pukul 09.00 WIB BMKG Wilayah II Tangerang mencatat telah terjadi dua kali aktivitas gempa bumi.

Kepala BMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, mengatakan, gempa bumi pertama terjadi pukul 00.36 WIB dengan kekuatan magnitudo 4.2 dan episenter gempa terletak pada koordinat 6.97 LS dan 106.98 BT.

Atau lebih tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer Tenggara Kota Sukabumi, dengan kedalaman 5 kilometer.

“Lalu untuk gempa bumi kedua terjadi pukul 03.42 WIB dengan episenter yang hampir sama, dan berkekuatan 2,2 magnitudo dengan kedalaman 4 kilometer,” katanya, Minggu 15 Maret 2026.

Dia mengatakan, hasil analisis dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar Cimandiri.

“Gempa bumi pertama hampir dirasakan seluruh masyarakat disejumlah wilayah seperti Kota Sukabumi, Palabuhanratu, Cianjur, Puncak, Bogor, Kabupaten Bandung Barat, Cimahi, hingga Lembang,” katanya.

Disisi lain Hartanto meminta masyarakat memperhatikan sumber informasi resmi dari BMKG yang disebarkan melalui berbagai kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *