CIANJUREKSPRES.ID- Menjalankan ibadah puasa merupakan kewajiban bagi umat Muslim selama bulan Ramadan. Meski membawa banyak manfaat spiritual dan kesehatan, tidak sedikit orang yang mengeluhkan tubuh terasa lemas, lesu, bahkan sulit berkonsentrasi saat berpuasa.
Kondisi lemas saat puasa sebenarnya merupakan hal yang wajar, terutama di awal-awal masa adaptasi. Namun, jika terjadi terus-menerus, bisa jadi ada faktor tertentu yang menjadi penyebabnya. Berikut lima penyebab umum tubuh terasa lemas saat puasa beserta penjelasannya.
1. Kurangnya Asupan Cairan (Dehidrasi)
Salah satu penyebab utama tubuh terasa lemas saat puasa adalah dehidrasi. Selama kurang lebih 12–14 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan. Jika saat sahur dan berbuka kita tidak minum cukup air, tubuh akan kekurangan cairan.
Dehidrasi dapat menyebabkan pusing, tubuh terasa lemah, sulit fokus, dan cepat mengantuk. Apalagi jika aktivitas fisik cukup padat atau cuaca sedang panas.
Untuk mencegahnya, terapkan pola minum 8 gelas per hari dengan pembagian saat berbuka, malam hari, dan sahur. Hindari minuman berkafein berlebihan karena dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil dan mempercepat kehilangan cairan.
2. Tidak Sahur atau Sahur Tidak Bergizi
Sahur berperan penting sebagai sumber energi selama berpuasa. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan yang kurang bergizi dapat membuat tubuh cepat kehabisan energi.
Makanan tinggi gula sederhana memang memberi energi cepat, tetapi juga membuat kadar gula darah naik dan turun drastis. Akibatnya, tubuh menjadi cepat lemas dan mengantuk.
Sahur ideal sebaiknya mengandung karbohidrat kompleks (seperti nasi merah atau oatmeal), protein (telur, ayam, tempe), serat (sayur dan buah), serta lemak sehat. Kombinasi ini membantu menjaga energi lebih stabil sepanjang hari.
3. Kadar Gula Darah Menurun
Selama puasa, kadar gula darah cenderung menurun karena tidak ada asupan makanan dalam waktu lama. Jika tubuh tidak memiliki cadangan energi yang cukup, kondisi ini bisa menyebabkan lemas, gemetar, dan sulit berkonsentrasi.
Penurunan gula darah biasanya lebih terasa pada siang hingga sore hari. Hal ini sering terjadi jika saat sahur seseorang mengonsumsi makanan yang terlalu sedikit atau tidak seimbang.
Untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, penting mengonsumsi karbohidrat kompleks dan protein saat sahur. Saat berbuka, awali dengan makanan manis alami seperti kurma dalam jumlah wajar untuk membantu mengembalikan energi secara bertahap.
4. Kurang Tidur
Perubahan pola tidur selama bulan puasa juga dapat memengaruhi kondisi tubuh. Bangun lebih awal untuk sahur dan aktivitas ibadah malam hari sering membuat waktu tidur berkurang.
Kurang tidur menyebabkan tubuh terasa lelah, daya tahan menurun, serta konsentrasi terganggu. Meski asupan makanan sudah cukup, kurang istirahat tetap bisa membuat tubuh terasa lemas.
Usahakan tidur lebih awal dan manfaatkan waktu istirahat siang singkat (power nap) selama 15–30 menit jika memungkinkan. Kualitas tidur yang baik membantu tubuh tetap bugar selama menjalani puasa.
5. Aktivitas Fisik Berlebihan
Tetap aktif saat puasa memang baik, tetapi aktivitas fisik berlebihan tanpa diimbangi asupan nutrisi dan cairan yang cukup dapat membuat tubuh cepat kelelahan.
Olahraga intensitas tinggi atau pekerjaan berat di bawah terik matahari dapat mempercepat pengurasan energi. Akibatnya, tubuh terasa lemas bahkan sebelum waktu berbuka tiba.
Jika ingin berolahraga, pilih waktu menjelang berbuka atau setelah berbuka dengan intensitas ringan hingga sedang. Dengarkan sinyal tubuh dan jangan memaksakan diri jika merasa terlalu lelah.
Lemas saat puasa merupakan kondisi yang umum terjadi, terutama jika tubuh belum beradaptasi dengan perubahan pola makan dan tidur. Beberapa penyebab utama meliputi dehidrasi, tidak sahur atau sahur tidak bergizi, penurunan gula darah, kurang tidur, serta aktivitas fisik berlebihan.
Dengan menjaga pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, mengatur waktu istirahat, dan menyesuaikan aktivitas, tubuh dapat tetap bugar selama menjalani puasa di bulan Ramadan. Puasa pun bisa dijalani dengan lebih nyaman, sehat, dan penuh semangat.












