CIANJUREKSPRES.ID- Mulai dari wisata alam, petualangan, hingga edukasi lingkungan, semuanya dapat sobat temukan di sepanjang aliran Sungai Citarum. Sungai ini bukan hanya berfungsi sebagai aliran air, tetapi juga menjadi saksi sejarah serta sumber kehidupan bagi masyarakat Jawa Barat. Kini, Sungai Citarum menawarkan beragam destinasi wisata menarik yang patut dijelajahi.
Penasaran apa saja wisata yang bisa dikunjungi? Berikut ini daftar destinasi wisata di sepanjang Sungai Citarum yang bisa sobat coba.
1. Situ Cisanti
Situ Cisanti terletak di Tarumajaya, Kertasari, Kabupaten Bandung, dan dikenal sebagai titik nol Sungai Citarum. Secara historis, danau ini diyakini telah ada sejak masa Kerajaan Tarumanegara dan menjadi tempat berkumpulnya tujuh mata air utama Citarum.
Tujuh mata air tersebut meliputi Pangsiraman, Cikoleberes, Cikawedukan, Cikahuripan, Cisadane, Cihaniwung, dan Cisanti. Danau seluas sekitar lima hektare ini dikelilingi hutan eukaliptus yang menghadirkan udara sejuk dan panorama alam yang menenangkan. Dengan tiket masuk sekitar Rp15.000, pengunjung dapat menikmati trekking, naik perahu motor, atau bersantai menikmati suasana alam.
2. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda
Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda atau Tahura Djuanda membentang dari kawasan Curug Dago, Dago Pakar, hingga Curug Maribaya. Kawasan ini cocok bagi sobat yang ingin menikmati wisata alam sekaligus melepas penat dari kesibukan kota.
Di Tahura Djuanda, pengunjung dapat melakukan trekking menyusuri hutan pinus dan perkebunan teh. Selain itu, terdapat pula Goa Jepang dan Goa Belanda yang menyimpan kisah sejarah masa kolonial. Kawasan ini berada di Sub-DAS Cikapundung yang merupakan bagian dari DAS Citarum dan memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
3. Curug Jompong
Curug Jompong berlokasi di Kecamatan Margaasih dan menawarkan keindahan air terjun alami yang terbentuk dari batuan beku intrusi. Curug ini juga memiliki nilai sejarah karena pernah menjadi lokasi kunjungan pada masa kolonial Belanda. Selain itu, Curug Jompong merupakan bagian dari jejak geologi Danau Bandung Purba yang pernah ada di kawasan tersebut.
4. Waduk Saguling
Waduk Saguling di Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu destinasi wisata tersembunyi yang menawarkan panorama perairan luas dengan latar pegunungan hijau. Pengunjung dapat menikmati aktivitas naik perahu dan mengunjungi Sirtwo Island, pulau kecil di tengah waduk yang kini populer.
Di kawasan ini juga terdapat Bunker Batujajar, bangunan peninggalan Belanda yang dahulu digunakan sebagai tempat penyimpanan senjata. Menariknya, wisata ke Waduk Saguling dapat dinikmati tanpa biaya masuk.
5. Waduk Cirata
Waduk Cirata merupakan PLTA terbesar di Asia Tenggara dan membentang di wilayah Purwakarta, Cianjur, serta Bandung Barat. Selain berfungsi sebagai sumber energi listrik, waduk ini menawarkan pemandangan alam yang indah dan menenangkan.
Beragam aktivitas dapat dilakukan di Waduk Cirata, seperti memancing, berkeliling waduk menggunakan perahu tradisional, hingga mengunjungi galeri wisata edukasi di Pusat Pengendali Bendungan untuk mengetahui sejarah dan sistem pengelolaannya.
6. Waduk Jatiluhur
Waduk Jatiluhur atau Bendungan Ir. H. Djuanda merupakan bendungan terbesar di Indonesia dengan luas sekitar 8.300 hektare. Bendungan ini mulai dibangun pada tahun 1957 dan diresmikan pada 1967, berlokasi sekitar tujuh kilometer dari pusat Kota Purwakarta.
Di Waduk Jatiluhur, pengunjung dapat menikmati berbagai wahana wisata air, seperti Jatiluhur Water World, berkeliling waduk dengan perahu, menikmati panorama Gunung Cilembu, hingga berburu foto dan mencicipi kuliner khas Purwakarta di sekitar kawasan waduk.












