CIANJUREKSPRES.ID – Kunjungan wisatawan ke Pantai Apra, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.
Meski kondisi cuaca dan gelombang laut terbilang ekstrem, jumlah pengunjung tercatat naik hingga sekitar 50 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, Dodo, mengatakan sejak 26 Desember 2025 hingga saat ini jumlah wisatawan terus bertambah, meskipun sempat menurun akibat hujan lebat.
“Untuk Jumat, 26 Desember 2025, jumlah pengunjung sekitar 1.200 orang. Hari Sabtu, 27 Desember 2025, sempat turun jadi sekitar 750 orang karena hujan besar. Hari ini, Minggu perkiraan kami bisa mencapai 1.500 orang,” kata Dodo, saat dihubungi Cianjur Ekspres pada Minggu 28 Desember 2025.
Menurutnya, dibandingkan dengan Nataru tahun lalu, jumlah kunjungan kali ini jauh lebih tinggi. Jika pada periode yang sama tahun sebelumnya jumlah wisatawan hanya berkisar 500 hingga 700 orang per hari, kini rata-rata kunjungan harian sudah menyentuh angka seribuan.
“Kalau dibandingkan Nataru tahun lalu, sekarang ada peningkatan sekitar 50 persen. Lalu kan sekarang anak-anak lagi pada libur juga,” katanya.
Dodo menjelaskan, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Pantai Apra masih didominasi warga lokal Cianjur. Namun, cukup banyak pula pengunjung dari luar daerah yang terlihat dari pelat nomor kendaraan.
“Sekitar 75 persen masih wisatawan lokal Cianjur. Sisanya dari luar daerah seperti Garut, Purwakarta, Karawang, Bogor, Tangerang, bahkan ada juga dari Jawa Tengah. Tapi semuanya masih wisatawan Indonesia,” katanya.
Untuk harga tiket masuk, Dodo memastikan tidak ada perubahan tarif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tiket masuk sepeda motor dipatok Rp10 ribu, mobil pribadi Rp20 ribu, kendaraan engkel atau travel Rp30 ribu, dan bus pariwisata Rp50 ribu, meski hingga kini belum ada bus besar yang masuk ke lokasi.
“Tiket kita tetap, tidak ada kenaikan. Kebanyakan pengunjung datang menggunakan motor dan mobil pribadi,” katanya.
Terkait pendapatan, Dodo menyebutkan hasil penjualan tiket dikelola bersama pemerintah desa dengan sistem bagi hasil. Sebagian dialokasikan untuk petugas lapangan dan operasional, sementara sisanya masuk sebagai pendapatan desa.
“Untuk hari Jumat kemarin, dari hasil tiket saja pendapatan kotor hampir Rp900 ribu. Itu masih dipotong untuk operasional petugas, pengamanan, dan kebutuhan lainnya. Sisanya dibagi, 50 persen untuk PAD desa,” katanya.
Sementara itu, untuk parkir kendaraan dikelola secara terpisah oleh warga pemilik lahan di sekitar pantai, dengan tarif Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5 ribu untuk motor.
“Kalau untuk lahan parkir itu misah ya, jadi dikelola sama masing-masing punya lahan. Tapi, karena sudah terbiasa itu Rp10 ribu untuk mobil dan Rp5 ribu untuk motor,” katanya.
Dia mengatakan, para pengunjung rata-rata mengunjungi Pantai Apra untuk makan ikan bersama dengan keluarga.
“Kebanyakan rata-rata para wisatawan itu datang ke sini bakar ikan gitu sama keluarga nya masing-masing. Jadi jarang ada yang sampai sore banget,” katanya.
Di tengah meningkatnya kunjungan, Dodo menegaskan pihak Pokdarwis bersama unsur terkait terus berkoordinasi untuk pengamanan, terutama mengingat kondisi gelombang laut selatan yang sedang tidak bersahabat.
“Kami terus siaga dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk pengamanan laut, karena kondisi ombak saat ini cukup ekstrem. Yang terpenting, kami ingin wisatawan tetap aman dan nyaman selama berkunjung,” pungkasnya.












